Rupiah Anjlok, Kadin Desak Pemerintah Rilis Kebijakan Penguat Ekonomi

Image title
18 Maret 2020, 21:06
Rupiah Melemah, Kadin Minta Pemerintah Rilis Kebijakan Penguat Ekonomi.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Rosan P. Roeslani, Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia. Rosan meminta pemerintah keluarkan kebijakan yang tepat dalam merespons pelemahan nilai tuka rupiah saat ini.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk merespons pelemahan rupiah saat ini. Pasalnya, beberapa insentif seperti diskon tarif pesawat dinilai tidak efektif dalam mendongkrak ekonomi terlebih dengan minat kunjungan wisatawan yang rendah .

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengatakan pelemahan mata uang terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terjadi tidak hanya di Indonesia. Beberapa negara  juga mengalami hal serupa terlebih dengan adanya wabah virus corona atau Covid-19 yang cukup menghambat pertumbuhan ekonomi global. 

"Jadi ini faktor kepercayaan dunia sedang goyah, kebijakan yang diambil pemerintah harus tepat sasaran dan bisa mencegah penurunan ekonomi ke depan, mungkin dengan kebijakan likuiditas cash flow," kata Rosan di Jakarta.

(Baca: Pasar Kecewa Penanganan Corona, Rupiah Kian Lemah ke Rp 15.172 per US$)

Untuk mengatasi pelemahan nilai tukarnya, Bank Sentral AS, The Fed, telah mengambil langkah dengan menurunkan suku bunga hingga 100 basis poin. Upaya itu dipercaya dapat menggairahkan kembali perekonomian dunia.

"Diharapkan terjadi penguatan ke pasar modal mereka, tapi ternyata kalau faktor kepercayaan dari global market sedang tidak ada ya semua yang dilakukan tetap tidak membantu," kata dia.

Adapun nilai tukar rupiah pada  penutupan perdagangan Rabu (18/3) sore di pasar spot melemah 0,33% ke level 15.222 per dolar AS. Rupiah melemah tak lama setelah pengumuman defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)  dan sentimen dari bertambahnya korban virus corona di Indonesia.

(Baca: Rupiah Melemah Tembus Rp 15 Ribu per Dolar AS Tertekan Pandemi Corona)

Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia melemah. Dikutip dari Bloomberg, dolar Hong Kong turun 0,08%, dolar Singapura 0,57%, dolar Taiwan 0,12%, won Korea Selatan 0,16%, rupee India 0,16%, yuan Tiongkok 0,27%, ringgit Malaysia 0,51%, dan baht Thailand 0,98%. Hanya yen Jepang dan peso Filipina yang menguat, masing-masing naik 0,28% dan 1,53%.

Adapun pagi tadi, rupiah sempat dibuka menguat 0,57% ke posisi Rp 15.085 per dolar AS. Namun bergerak melemah hingga ke posisi Rp 15.215 per dolar AS hingga pukul 09.00 WIB

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait