Lonjakan Korban Virus Corona Kembali Tekan Rupiah ke Level Rp 13.694

Rupiah berbalik melemah dibanding pembukaan pagi tadi, seiring respons pasar akan lonjakan jumlah korban meninggal wabah virus corona di Tiongkok.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
13 Februari 2020, 18:31
Lonjakan Korban Virus Corona Kembali Tekan Rupiah ke Level Rp 13.694.
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Karyawan menunjukan uang rupiah pecahan di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (23/9/2019). Rupiah melemah 0,15% ke level Rp 13.694 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Kamis (13/2).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Nilai tukar rupiah melemah 0,15% ke level Rp 13.694 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Kamis (13/2). Rupiah berbalik melemah dibanding pembukaan pagi tadi di level Rp 13.674 per AS, terpengaruh respons pasar terkait lonjakan jumlah korban meninggal wabah virus corona di Tiongkok.  

Tak hanya rupiah, pelemahan nilai tukar juga dialami mayoritas mata uang Asia. Mengutip Bloomberg, dolar Singapura turun 0,12 diikuti ringgit Malaysia 0,08%, dolar Taiwan 0,02%, rupee India 0,02%, won Korea Selatan 0,29%, yuan Tiongkok 0,13% dan baht Thailand 0,03%.

Di sisi lain, mata uang Asia seperti yen Jepang dan peso Filipina justru menguat masing-masing 0,31% dan 0,1%.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR, rupiah melemah 20 poin ke level Rp 13.679 per dolar AS.

(Baca: Rupiah Diramal Stabil Hari Ini meski Korban Corona Terus Bertambah)

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengungkapkan, wabah corona masih menjadi sentimen yang mempengaruhi pelemahan rupiah. 

"Iya, (rupiah melemah) karena ada perubahan laporan kematian di Provinsi Hubei," kata Tjendra kepada katadata.co.id, Kamis (13/2). 

Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, Tiongkok, melaporkan jumlah korban meninggal akibat virus corona bertambah 242 orang. Dengan begitu, total kematian akibat virus tersebut di Provinsi Hubei hingga Rabu (12/2) mencapai 1.310 orang.

(Baca: Rupiah Stagnan di Tengah Pelemahan Mayoritas Mata Uang Asia)

Dilansir dari Reuters, kasus baru yang tercatat di provinsi tersebut pada hari kemarin hanya sebanyak 2.015 kasus. Namun kasus baru yang terdeteksi di Hubei, pusat penyebaran virus corona, pada hari ini meningkat tajam mencapai 14.840 kasus.

Hal itu dikarenakan Komisi Kesehatan Provinsi Hubei menyebut pihaknya sudah mengggunakan alat computerized tomography (CT) scans mulai mendiagnosa kasus virus corona dengan metode baru. Sehingga rumah sakit dapat segera mendeteksi pasien yang terinfeksi virus corona.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait