Kekhawatiran Virus Corona Mereda, Rupiah Kembali Menguat ke Rp 13.624

Aset berisiko di emerging markets mulai menguat pagi ini seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus corona.
Agatha Olivia Victoria
29 Januari 2020, 09:30
Kekhawatiran Virus Corona Mereda, Rupiah Kembali Menguat ke Rp 13.624.
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Petugas mengitung uang rupiah di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (27/11/2019). Nilai tukar rupiah pada pembukaan pasar pagi ini, Rabu (29/1) menguat 0,14% ke level Rp 13.624 per dolar AS .

Nilai tukar rupiah pada pembukaan pasar pagi ini, Rabu (29/1) menguat 0,14% ke level Rp 13.624 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di level Rp 13.644 per dolar AS. Penguatan rupiah salah satunya dipicu oleh meredanya kekhawatiran akan penyebaran virus corona.

Pada pukul 09.10 WIB, rupiah sedikit melemah ke posisi Rp 13.634 per dolar AS. Bersamaan dengan rupiah, mayoritas mata uang Asia hari ini menguat terhadap dolar AS.

Mengutip Bloomberg, dolar Hong Kong naik satu poin, diikuti dolar Singapura 0,06%, won Korea Selatan 0,14%, peso Filipina 0,22%d an rupee India. Sedangkan 0,15%, yuan Tiongkok 0,46%, ringgit Malaysia 0,17%, dan baht Thailand 0,09%.

(Baca: Dibuka Melemah Akibat Virus Corona, Rupiah Masih Berpotensi Menguat)

Advertisement

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar dialami yen Jepang dan dolar Taiwan dengan penurunan masing-masing sebesar 0,03% dan 0,25%.

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS kemungkinan tertahan hari ini.

"Aset-aset berisiko di emerging markets mulai menguat pagi ini seiring dengan meredanya kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus corona," kata Tjendra kepada katadata.co.id, Rabu (29/1).

Oleh karena itu, dia menyebut rupiah bisa kembali menguat menuju support Rp 13.600. per dolar AS hari ini. Setelah sentimen virus Tiongkok, perhatian pasar saat ini beralih kepada kebijakan moneter Bank Sentral AS The Federal Reserve atau The Fed.

The Fed akan merilis kebijakan moneter dinihari nanti pukul 02.00 WIB. Tjendra menuturkan, pasar berekspektasi The Fed masih akan menerapkan kebijakan moneter yang longgar.

(Baca: Virus Corona Berpotensi Ganggu Ekonomi Global, Rupiah Melemah)

"Kebijakan pelonggaran ini bisa mendorong pelemahan dolar AS," ucap dia.

Dengan begitu, ia memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di antara Rp 13.600 - 13.650 per dolar AS hari ini.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait