Rupiah Kembali Menguat Dipicu Optimisme Negosiasi Dagang AS-Tiongkok

Penguatan nilai tukar rupiah juga dialami mayoritas mata uang Asia.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
6 Desember 2019, 09:40
Rupiah Kembali Menguat Dipicu Optimisme Negosiasi Dagang AS-Tiongkok
Arief Kamaludin|KATADATA
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Jumat (6/12) dibuka menguat 0,25% ke level Rp 14.031.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Jumat (6/12) kembali dibuka menguat 0,25% ke level Rp 14.031. Mata uang Garuda berpotensi bergerak di antara Rp 14.030 - 14.100 per dolar AS hari ini ditopang dinamika negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok yang mulai mengarah positif. 

Rupiah pagi ini memimpin penguatan sejumlah mata uang Asia terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, Yen Jepang dan dolar Singapura naik 0,01%, dolar Taiwan 0,02%, won Korea Selatan dan peso Filipina 0,18%, rupee India 0,34%, yuan Tiongkok 0,07%, ringgit Malaysia 0,05%, dan baht Thailand 0,03%. Hanya dolar Hong Kong yang tampak melemah 0,01% terhadap dolar AS.

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi kembali menguat hari ini. "Seiring dengan optimisme tercapainya kesepakatan dagang AS dan Tiongkok dalam waktu dekat," kata Tjendra kepada katadata.co.id Jumat (6/12).

(Baca: Rupiah Menguat Tipis Dipicu Komentar Trump Soal Negosiasi Dagang)

Kemarin siang, juru bicara Kementrian Perdagangan Tiongkok menyampaikan bahwa AS dan Tiongkok masih melakukan pembicaraan dalam upayanya mencapai kesepakatan dagang. Namun menurut Tjendra, kesepakatan yang belum jelas hasilnya itu akan menahan penguatan rupiah lebih dalam.

Selaim itu, pasar menunggu data tenaga kerja AS versi pemerintah, Non Farm Payrolls yang akan dirilis malam ini. Data ini adalah data yang berdampak besar bagi pergerakan instrumen keuangan.

"Ini juga mungkin bisa menahan pergerakan rupiah terhadap dolar AS relatif tidak besar hari ini," ujarnya.

(Baca: Trump Sebut Kesepakatan Dagang Berpotensi Tertunda hingga Pilpres AS)

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait