Usai Anjlok 5 Hari, IHSG Berpeluang Naik oleh Rilis Keyakinan Konsumen

Image title
4 Oktober 2019, 06:57
Seorang pekerja melintas di layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta Pusat (08/08). IHSG tercatat menguat 1,38% ke 6.204,19. IHSG masih didera aksi jual asing mencatat jual bersih Rp 214,41 miliar.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Seorang pekerja melintas di layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta Pusat (08/08). IHSG tercatat menguat 1,38% ke 6.204,19. IHSG masih didera aksi jual asing mencatat jual bersih Rp 214,41 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari Jumat (4/9) ini,  setelah terkoreksi selama lima hari berturut-turut. Penguatan IHSG hari ini salah satunya ditopang oleh sentimen dalam negeri menjelang rilis data indeks keyakinan konsumen (IKK) dari Bank Indonesia (BI).

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup di level 6.038,53 atau terkoreksi 0,28%.

Analis Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, IHSG hari ini berpotensi menguat dengan rentang pergerakan di level 6.002 hingga 6.241.

Data perekonomian tentang indeks keyakinan konsumen diperkirakan akan terlansir dengan hasil baik, sehingga mampu menjadi sentimen positif dan mengerek kenaikan IHSG hari ini hingga beberapa waktu ke depan.

(Baca: Terkoreksi 5 Hari Berturut, Hari ini IHSG Ditutup Turun 0,28%)

"Peluang kenaikan masih akan terlihat dalam pola gerak IHSG yang didukung oleh banyak faktor terutama dari dalam negeri, hari ini IHSG berpotensi menguat," kata William.

Menurutnya, beberapa saham yang direkomendasikan untuk para investor pada perdagangan hari ini di antaranya adalah saham sektor konsumer seperti PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Kemudian saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Senada, Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi dalam risetnya juga menyatakan, secara teknikal IHSG hari ini berpeluang rebound dari koreksi beberapa hari ke sebelumnya. "Dengan level support dan resistance di level 6.000-6.120," kata Lanjar.

(Baca: Empat Hari Terkoreksi, IHSG Hari ini Berpotensi Turun di Bawah 6.000)

Saham-saham yang masih dapat dicermati oleh investor pada perdagangan hari ini berasal dari sektor yang beragam, seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR),  PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Sedangkan Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama juga mengungkapkan, berdasarkan analisa teknikal,  pergerakkan IHSG hari ini mengindikasikan peluang rebound menuju ke resistance terdekat.

Level resistance pada perdagangan IHSG hari ini, baik yang pertama maupun yang kedua memiliki rentang pada level 6.141,62 hingga 6.174,99. Sementara level support pertama maupun kedua IHSG hari ini memiliki rentang pergerakan pada level 5.942,17 hingga 5.907,12.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor pada perdagangan hari ini di antaranya adalah saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait