Empat Hari Terkoreksi, IHSG Hari ini Berpotensi Turun di Bawah 6.000

IHSG hari ini masih cenderung terkoreksi serta berpeluang menuju area support di level 5.990.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
3 Oktober 2019, 06:35
Pegawai mengamati layar pergerakan saham di Mandiri Sekuritas, Jakarta, Senin (22/7/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ditutup melemah 22,99 poin atau 0,36 persen ke level 6.433,55.
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Pegawai mengamati layar pergerakan saham di Mandiri Sekuritas, Jakarta, Senin (22/7/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ditutup melemah 22,99 poin atau 0,36 persen ke level 6.433,55.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (3/10) diproyeksikan sejumlah analis kembali mengalami koreksi, melanjutkan pelemahan pada empat hari terakhir. Pada perdagangan kemarin, Rabu (2/10) IHSG turun hingga 1,35% menjadi 6.055,42. 

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi memperkirakan, berdasarkan analisa teknikal, IHSG hari ini masih cenderung terkoreksi serta berpeluang menuju area support di level 5.990. "Kami perkirakan IHSG masih cenderung tertekan pada level support dan resistance 5.990-6.080," kata Lanjar dalam risetnya.

(Baca: IHSG Diproyeksi Turun, Saham Tambang dan Properti Jadi Rekomendasi)

Menurutnya, saham-saham yang cukup menarik diperhatikan oleh investor pada perdagangan hari ini yakni Salim Ivomas Pratama (SIMP), Chandra Asri Petrochemical (TPIA), Barito Pacific (BRPT), Indofood Sukses Makmur (INDF), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), dan Mayora Indah (MYOR).

Kemudian, saham Bank Tabungan Negara (BBTN), Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Persuahaan Gas Negara (PGAS), Timah (TINS), Medco Energi Internasional (MEDC), Aneka Tambang (ANTM), dan Vale Indonesia (INCO).

Tidak jauh berbeda, Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama juga menyampaikan dalam risetnya, IHSG berpeluang melanjutkan tren bearish hari ini. "Sehingga berpeluang menuju ke level support terdekat," kata Nafan.

(Baca: Harga Saham Bank BUMN Rontok Akibat Melambatnya Kredit pada Agustus)

Ada pun, level support pertama maupun kedua IHSG hari ini, menurutnya memiliki rentang pada kisaran 6.022,6 hingga 5.907,12. Sedangkan di level resistance pertama maupun kedua, IHSG memiliki rentang pergerakan pada level 6.141,62 hingga 6.174,99.

Ada pun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor menurutnya, antara lain Ace Hardware Indonesia (ACES), Aneka Tambang (ANTM), Erajaya Swasembada (ERAA), Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), Bukit Asam (PTBA), dan Unilever Indonesia (UNVR).

Sementra itu, Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan juga menyatakan IHSG hari ini berpeluang menyentuh level 5.000. Karena berdasarkan analisa teknikal, level support pertama dan kedua memiliki rentang antara 6.020 hingga 5.985. Sementara, level resistence pertama dan kedua memiliki rentang antara 6.189 hingga 6.122.

(Baca: Demonstrasi Berlanjut, Asing Jual Saham di Pasar Modal Rp 2,56 Triliun)

"IHSG hari ini diprediksi melemah. Secara teknikal, mengindikasikan IHSG hari ini  masih berpotensi bergerak melemah. Namun, rentang pelemahan terlihat mulai menipis," kata Dennies dalam risetnya.

Menurut Dennies, beberapa saham yang bisa diperhatikan oleh investor pasar modal pada perdagangan hari ini, di antaranya Bumi Serpong Damai (BSDE), Barito Pacific (BRPT), dan Adhi Karya (ADHI).

Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait