IHSG Hari ini Diprediksi Menguat, Saham Konsumer Direkomendasikan

IHSG hari ini secara teknikal diprediksi bergerak pada level 6.021 hingga 6.288.
Image title
9 Agustus 2019, 05:57
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHS
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
IHSG hari ini diprediksi masih melanjutkan penguatan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat (9/8) diprediksi oleh beberapa analis saham kembali naik setelah dalam dua hari terakhir perdagangan ditutup menguat. Kenaikan IHSG dimulai sejak Rabu (7/8) sebesar 1,38% menjadi 6.204,19 serta Kamis, IHSG kembali bergerak ke zona hijau dengan penguatan 1,14% menjadi 6.274,67.

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menilai perkembangan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan jangka pendek. Resistent level terdekat menurutnya bisa dicapai, seiring aliran modal masuk (capital inflow) yang masih tercatat sejak awal tahun. Di pasar reguler dan nego, investor asing mencatat beli bersih (nett sell) Rp 61,59 triliun.

(Baca: IHSG Hari Ini Diprediksi Kembali Naik, Ini Saham yang Layak Dicermati)

Menurutnya, adanya capital inflow tersebut mengindikasikan bahwa investor masih cukup nyaman berinvestasi di pasar modal Indonesia. "Potensi penguatan masih akan terlihat dalam pergerakan IHSG hari ini," kata William dalam risetnya.  

Advertisement

Karenanya, IHSG hari ini secara teknikal diprediksi bakal bergerak pada level 6.021 hingga 6.288. Beberapa saham yang dia rekomendasikan di antaranya ASII, ASRI, SRIL, TLKM, HMSP, BBNI, BBCA, EXCL, MYOR, dan ROTI.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi juga menyatakan dalam risetnya, pergerakan IHSG hari ini secara teknikal berhasil break out kembali di atas Moving Average 200 hari dengan potensi menguji Moving Average 50 hari dikisaran 6.307. Indikator Stochastic dengan pergerakan cenderung lambat melakukan crossing dan bergerak positif.

Indikator RSI yang mampu break out rata-rata momentum dan bergerak menuju area overbought. "Sehingga secara teknikal kami perkirakan IHSG akan kembali bergerak menguat menguji MA50 dengan rentang pergerakan di level 6.251-6.307," kata Lanjar.

Saham-saham yang cukup menarik secara teknikal menurut dia di antaranya LSIP, SIMP, INKP, TKIM, MAIN, INDF, GGRM, HMSP, HOKI, BBNI, BBTN, BNLI, TOWR, ASII, UNTR, dan ESSA.

(Baca: IHSG Berbalik Naik 1,38%, Saham Perbankan Jadi Penopang)

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan dalam risetnya, berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua IHSG hari ini memiliki range pada 6.239,34 hingga 6.204,02. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua IHSG hari ini memiliki range 6.295,54 hingga 6.316,42.

Berdasarkan indikator, MACD masih berada di area negatif. Meski demikian, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral. "Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG hari ini sehingga berpeluang menuju ke area resistance," kata Nafan Aji.

Ada pun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

- CPIN, dengan akumulasi beli pada area level 4600 – 4940, dengan target harga secara bertahap di level 5000, 5200, 5650 dan 6125. Support: 4500 & 4280.

- INKP, dengan akumulasi beli pada area level 6675 – 7225, dengan target harga secara bertahap di level 7375, 7925, 8625, 10275 dan 11925. Support: 6600 & 6100.

- JPFA, dengan akumulasi beli pada area level 1495 – 1565, dengan target harga secara bertahap di level 1600, 1655, 1780 dan 1910. Support: 1495 & 1460.

- KLBF, dengan akumulasi beli pada area level 1405 – 1415, dengan target harga secara bertahap di level 1430, 1495, 1565 dan 1630. Support: 1390 & 1360.

- RALS, dengan akumulasi beli pada area level 1225 - 1280, dengan target harga secara bertahap di level 1305 dan 1395. Support: 1225, 1200 & 1175.
 
- SCMA, dengan akumulasi beli pada area 1260 – 1330, dengan target harga secara bertahap di level 1390 dan 1470. Support: 1260 & 1240.

- WSKT, dengan akumulasi beli pada area level 1770 - 1790, dengan target harga secara bertahap di level 1825, 2030 dan 2240. Support: 1740 & 1670.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait