Terdampak Deflasi, Upah Harian Buruh pada September 2018 Naik

Upah harian buruh tani dan buruh bangunan pada September 2018 meningkat karena deflasi.
Michael Reily
15 Oktober 2018, 18:43
petani bawang
Katadata

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan upah harian buruh tani dan buruh bangunan pada September 2018 mengalami peningkatan karena deflasi. Penurunan harga barang-barang konsumsi masyarakat menyebabkan upah buruh meningkat.

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mencatat upah buruh tani pada September 2018 naik 0,3% secara nominal dan meningkat 0,9% secara riil. Sementra buruh tani mengalami kenaikan upah nominal dari Rp 52.505 menjadi Rp 52.665 dan upah riil dari Rp 37.863 menjadi Rp 38.205. (Baca: Jelang Lebaran, Upah Buruh Bangunan Tergerus Inflasi)

"Pada September lalu, deflasi di perdesaan tercatat sebesar 0,59, makanya upah riil naik lebih tinggi daripada upah nominal," kata Yunita di Jakarta, Senin (15/10).

BPS juga mencatat upah buruh bangunan naik 0,29% secara nominal dan ikut meningkat 0,47% secara riil. Buruh bangunan mendapatkan lonjakan upah nominal dari Rp 86.397 menjadi Rp 86.648 dan upah riil dari Rp 64.442 menjadi Rp 64.774,

Advertisement

Yunita mengatakan  kenaikan upah riil buruh bangunan lebih tinggi daripada upah nominal karena deflasi perkotaan mencapai 0,18. "Itu juga dampak deflasi bulan lalu," ujarnya.

Upah riil buruh menggambarkan daya beli dari pendapatan yang diterima oleh para pekerja. Sementara, upah nominal adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan. (Baca juga: Pertama Sejak Awal 2018, Daya Beli Petani pada Mei Membaik)

Sebelumnya, BPS mencatat terjadi deflasi 0,18% pada September 2018, melanjutkan deflasi pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,05%. Alhasil, inflasi sepanjang Januari-September menjadi sebesar 1,94%, sedangkan secara tahunan (year on year) sebesar 2,88%. Deflasi pada September salah satunya dipicu oleh penurunan harga bahan makanan.

Sejumlah harga bahan makanan mencatat deflasi yaitu daging ayam ras dengan andil 0,13%, harga bawang merah dengan andil 0,05%, ikan segar sebesar 0,04% dan tomat sayur, cabai merah, serta telur ayam 0,03%, cabai rawit 0,02%. Sementara beras maupun kentang mengalami inflasi sebesar 0,01%

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait