Laba Astra Agro Anjlok 55% Tertekan Pelemahan Harga Jual Sawit

Harga jual rata-rata minyak sawit mentah milik anak usaha PT Astra International ini pada Januari -Maret 2018 lalu berada di kisaran Rp 7.855/kg.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
26 April 2018, 16:14
Kelapa sawit
Arief Kamaludin|KATADATA
Petani mengumpulkan buah kelapa sawit saat panen di salah satu perkebunan di Riau.
Penurunan  harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia menekan kinerja keuangan 
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)  sepanjang kuartal I 2018. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 355,5 miliar pada kuartal pertama 2018,  merosot 55% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 790,5 miliar.
 
"Rata-rata harga (minyak sawit mentah) turun 12,3%," ujar Direktur Keuangan Astra Agro Lestari Mario Casimirus pada Workshop Wartawan Pasar Modal 2018 di Jakarta pada Kamis (26/4).
 
Harga jual rata-rata minyak sawit mentah milik anak usaha PT Astra International ini  pada Januari -Maret 2018 lalu berada di kisaran Rp 7.855/kg, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya harga Rp 8.953/kg.
 
 
Mario menuturkan penurunan harga ini dimulai sejak akhir tahun lalu. Ditambah lagi kebijakan pemerintah India yang  menetapkan pajak impor untuk minyak sawit mentah sebesar 30% kembali meningkat menjadi 40% pada Februari 2018.
 
Penurunan harga minyak sawit mentah, membuat pendapatan  bersih Astra Agro turun 1 persen di kuartal I 2018 menjadi Rp 4,44 triliun dari Rp 4,49 triliun pada periode sama tahun lalu dengan
laba operasional yang juga turun drastis sebesar 58% setelah tergerus kenaikan  beban.
 
"Sebenarnya volume penjualan perusahaan pada kuartal pertama 2018 ini mengalami kenaikan 17%, namun karena harganya turun 12 persen sehingga menyebabkan laba operasional kita ikut turun," katanya.
 
Komposisi pendapatan dari penjualan bersih tahun ini pun bergeser. Pada kuartal 1-2017, pendapatan perusahaan 61,8% berasal dari minyak sawit mentah dan 20,2%  dari produk yang sudah disuling. Sedangkan hingga Maret tahun ini, mereka menjual minyak sawit mentah hanya berkontribusi 53,7% dan produk yang sudah disuling naik menjadi 32%.
 
 
Mario memprediksi pada kuartalII 2018 harga CPO  tidak akan berubah secara drastis dibanding pada kuartal I pertama 2018. "Sekarang ini, harga kita di sekitar Rp 7.800  sampai Rp 7.700 per kilogram. Kuartal II mungkin juga akan sekitar segitu," katanya.
 
Proyeksi  harga juga sudah mempertimbangkan pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika saat ini. Harga minyak sawit mentah dunia sedang turun dari US$ 681 menjadi US$640 per ton, namun harapannya bisa sedikit bisa ditopang oleh rupiah yang sedang melemah.
 
Sementara itu, untuk target produksi kelapa sawit mentah sampai akhir tahun ini, dia pun memprediksi jumkahnya stabil dari produksi tahun lalu yang sebanyak 1,63 juta ton. Sedangkan target produksi tandan buah segar (TBS) sekitar 4,2 juta ton untuk tahun 2018.
 
"Target Profit tahun ini, sampai sekarang ini kami harapkan semoga bisa sama dengan tahun lalu," kata Mario.

Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait