Ditopang Optimisme Pemulihan Ekonomi AS, IHSG Diramal Kembali Naik

Beberapa sentimen global diprediksi bakal menyokong pergerakkan IHSG hari ini, seperti melandainya jumlah kasus virus corona dan perekonomian AS.
Image title
24 April 2020, 04:50
Ditopang Optimisme Pemulihan Ekonomi AS, IHSG Diramal Kembali Naik.
ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp.
ilustrasi layar berisi informasi saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (26/3/2020).IHSG diramal naik hari ini dipicu oleh sentimen global dan optimisme pasar akan perbaikan ekonomi AS.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi kembali naik pada perdagangan di akhir pekan ini, Jumat (24/4). Beberapa sentimen global diprediksi bakal menyokong pergerakkan IHSG hari ini, seperti melandainya jumlah kasus virus corona hingga optimisme akan kembali bergeliatnya ekonomi Amerika Serikat (AS). 

Pada dua perdagangan terakhir, IHSG ditutup menguat masing-masing 1,46% dan 0,57% ke level 4.593.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memperkirakan IHSG menguat secara teknikal, dengan area resistance 4.655 hingga 4.625. Sementara untuk area support, IHSG berada di rentang 4.568-4.541.

(Baca: IHSG Naik 0,57%, Berikut 5 Saham Top Gainers yang Naik Lebih dari 20%)

Menurutnya,  pergerakan indeks saham hari ini akan lebih banyak ditopang oleh beberapa sentimen global. "Sedangkan untuk dalam negeri, indeks masih minim sentimen," kata Dennies dalam risetnya.  

Sejumlah sentimen yang akan mendorong IHSG hari ini di antaranya berupa optimisme pasar akan meredanya  pandemi corona di Eropa serta harga minyak dunia yang mulai menunjukkan perbaikan.

Seperti diketahui, harga minyak di awal pekan kemarin sempat mengejutkan pasar lantaran turun hingga minus US$ 37 barel atau merupakan yang terendah sepanjang sejarah. Pada perdagangan kemarin, harga minyak mulai perlahan bangkit, meski pasar juga masih memiliki kekhawatiran harga bisa kembali jatuh karena stok minyak cukup melimpah saat ini. 

Beberapa saham yang menjadi rekomendasi Dennies untuk bisa dipantau oleh investor pada perdagangan hari ini di antaranya saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT  Elnusa Tbk (ELSA), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). 

(Baca: Ditopang Saham Sektor Industri Dasar, IHSG Sesi I Naik 0,93%)

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi juga memprediksi IHSG akan bergerak menguat. Secara teknikal indeks akhir pekan ini akan bergerak di  level support dan resistance 4.560 hingga 4.780.

Menurutnya, investor akan memantau klaim pengangguran Amerika Serikat sebagai tonggak baru dampak virus corona, dengan ekspektasi rata-rata adalah 4,5 juta pelamar baru. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan akan mengantisipasi sebagian besar perekonomian yang akan dimulai kembali pada akhir Agustus.

Selain itu, ekonomi AS diharapkan kembali menggeliat setelah senat AS menyetujui paket stimulus tambahan senilai US$ 500 miliar. stimulus tersebut berfokus untuk membantu usaha kecil dan menengah dalam menghadapi dampak pandemi virus corona (Covid-19).

Namun demikian, investor masih akan terus memantau perkembangan pandemi corona terhadap perekonomian dunia. 

Atas beberapa sentimen tersebut, dia pun merekomendasikan sejumkah saham pilihann yang dapat dicermati investor yakni PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT  Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). 

(Baca: Dibuka Turun 1,35%, IHSG Mengakhiri Sesi I naik 0,55%)

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama juga menilai secara teknikal, IHSG hari ini akan mengindikasikan penguatan menuju ke level resistance (batas atas) terdekat di level 4747 hingga 4975. Sementara area support (batas bawah) pertama maupun kedua,  indeks bakal berada di rentang 4.443 hingga 4.318.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia  Tbk (BBNI), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). 

 

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait