Penjualan Kuartal I Naik 4,5%, Unilever Raup Laba Rp 1,8 Triliun

Mayoritas penjualan Unilever disumbang dari pasar dalam negeri senilai Rp 10,63 triliun atau naik 4,37% secara tahunan.
Image title
29 April 2020, 21:04
Akibat Penjualan Naik & Efisiensi, Unilever Raih Laba Bersih Rp 1,8 T .
Arief Kamaludin|KATADATA
Emiten consumer goods, PT Unilever Indonsia mengantongi laba bersih Rp 1,86 triliun sepanjang triwulan I 2020.

Emiten produk konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan laba bersih Rp 1,86 triliun sepanjang triwulan I 2020. Laba tersebut tumbuh 6,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,74 triliun.

Dalam laporan keuangan yang dirilis perusahaan Rabu (29/4), laba bersih Unilever disebabkan oleh meningkatnya penjualan perseroan yang diikuti oleh penurunan komponen beban. 

Sepanjang triwulan I 2020, Unilever mengantongi penjualan Rp 11,15 triliun, tumbuh 4,5% dari Rp 10,66 triliun secara tahunan.

(Baca: Bisnis Spreads & BlueBand Tak Berkontribusi, Laba Unilever Turun 18,5%)

Mayoritas penjualan Unilever disumbang dari pasar dalam negeri senilai Rp 10,63 triliun atau naik 4,37% secara tahunan dibanding periode sebelumnya Rp 10,18 triliun. Sementara, penjualan dari ekspor, perusahaan mengantongi penjualan senilai Rp 521,69 miliar atau naik 9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Selain penjualan yang meningkat, Unilever berhasil menekan harga pokok penjualan (HPP) sebesar 0,99% menjadi Rp 5,30 triliun. 

Dengan naiknya penjualan bersih dan turunnya harga pokok penjualan, mambuat laba kotor Unilever pada triwulan I 2020 melesat 10,2% menjadi Rp 5,84 triliun. "Pada triwulan I 2019,  laba kotor perusahaan mencapai Rp 5,3 triliun," tulis manajemen Unilever dalam laporan keuangan dalam keterbukaan infomasi di BEI, Rabu (29/4).

Di sisi lain, perusahaan juga mencatat laba usaha Rp 2,38 triliun, naik dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,36 triliun hingga akhirnya mencatat laba bersih Rp 1,86 triliun setelah mencatat penurunan beban pajak. 

(Baca: Saham Unilever dan Indofood Topang Laju IHSG Sesi I Naik 0,43%)

Per akhir Maret 2020, total aset Unilever tercatat sebesar Rp 21,54 triliun, yang disebabkan oleh kenaikan aset lancar perusahaan dari Rp 8,53 triliun menjadi Rp 9,49 triliun. Sementara, aset tidak lancar turun dari Rp 12,11 triliun menjadi Rp 12,04 triliun.

Jumlah liabilitas perusahaan tercatat turun dari Rp 15,36 triliun per akhir Desember 2019 menjadi Rp 14,32 triliun per akhir Maret 2020. 

Saham Unilever sepanjang triwulan I 2020 ini tercatat turun hingga 13,69% menjadi Rp 7250 per saham pada akhir Maret 2020. Saham Unilever di akhir periode tersebut masih lebih baik dibandingkan penutupan perdagangan Kamis 19 Maret 2020, yang mana saham ini ditutup di harga Rp 5.650 per saham atau turun 32,74% sejak awal tahun.

Pada awal tahun ini Unilever melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dari Rp 10 per saham menjadi Rp 2 per saham, atau dengan rasio 1:5. Sehingga, dari harga saham Unilever senilai Rp 42.000 per saham pada 30 Desember 2019, turun menjadi Rp 8.400 per saham pada 2 Januari 2020.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait