AS-Tiongkok Kembali Mesra, Rupiah Terangkat ke Rp 14.130 per Dolar

Ada kelegaan dari pelaku pasar karena hubungan AS dan Tiongkok yang sempat renggang, kembali dirajut.
Agatha Olivia Victoria
24 Juni 2020, 17:16
AS-Tiongkok Kembali Mesra, Rupiah Terangkat ke Rp 14.130 per Dolar.
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.
Karyawan menghitung uang dolar di gerai penukaran mata uang asing. Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (24/6) ditutup menguat seiring membaiknya hubungan AS-Tiongkok.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Nilai tukar rupiah pada  perdagangan di pasar spot, Rabu (24/6) sore menguat 0,22% ke level Rp 14.130 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda naik tipis seiring membaiknya hubungan AS dan Tiongkok terkait pernyataan kesepakatan dagang. 

Bersamaan dengan rupiah, mayoritas mata uang Asia juga terpantau menguat. Mengutip Bloomberg, dolar Singapura naik 0,08% diikuti dolar Taiwan 0,24%, won Korea Selatan 0,77%, peso Filipina 0,38%, ringgit Malaysia 0,04%, dan baht Thailand 0,2%.

Sementara itu, yen Jepang melemah 0,03%, rupee India 0,11% dan yuan Tiongkok 0,26%. Sedangkan dolar Hong Kong tak bergerak.

(Baca: Rupiah Menguat ke 14.135 per Dolar Berkat Data Perbaikan Ekonomi AS)

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dipublikasikan Bank Indonesia pada pukul 10.00 WIB menempatakan rupiah di posisi Rp 14.160 per dolar AS, menguat 105 poin.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, ada kelegaan dari pelaku pasar karena hubungan AS dan Tiongkok yang sempat renggang, kini dirajut kembali. "Kemarin, Penasihat Perdagangan Gedung Putih Peter Navarro membuat kegaduhan dengan mengatakan bahwa kesepakatan dagang kedua negara sudah selesai," ujar Ibrahim kepada katadata.co.id, Rabu (24/6).

Namun, Navarro buru-buru mengklarifikasi dan menyebut pernyataan tersebut telah diartikan diluar konteks. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak terkait dengan kesepakatan fase I.

Pernyataan itu juga diperkuat oleh Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow yang menegaskan bahwa kesepakatan dagang AS dan Tiongkok belum dicabut. Navarro menurutnya hanya 'keseleo' lidah saat memberikan pernyataan. 

Kudlow bahkan memuji Tiongkok memiliki sikap konsisten dalam menjalankan poin kesepakatan dagang seperti dengan memborong produk-produk Negeri Paman Sam. "Pasar juga merespons positif pernyataan Kudlow yang menyebutkan tidak ada gelombang serangan kedua virus corona di AS," kata dia.

Di sisi lain, pasar juga merespon positif rencana paket stimulus fiskal tambahan AS. Kubu Partai Demokrat di House of Representatives menyampaikan proposal stimulus infrastruktur itu bernilai US$ 1,5 triliun yang mencakup pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, energi, sekolah dan berbagai proyek lain.

Pembahasan akan disebut segera dimulai. Jika lancar, proporsal akan disahkan dalam beberapa pekan ke depan. Ketua House of Representatives Nance Pelosi dalam keterangannya menyatakan, bakal memperjuangkan pengesahan proposal ini sebelum reses pada 4 Juli.

(Baca: Investor Waspadai Covid-19, Rupiah Melemah jadi Rp 14.161 per Dolar AS)

Banyak pihak memperkirakan, stimulus ini akan digolkan dengan mulus. Pasalnya, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin memberi petunjuk bahwa paket stimulus berikutnya akan difokuskan untuk membuat orang-orang kembali bekerja. "Apalagi yang bisa membuat orang-orang kembali bekerja selain pembangunan infrastruktur," ujar Ibrahim.

Pada perdagangan besok, Ibrahim pun memperkirakan rupiah masih akan melanjutkan  penguatan di level Rp 14.100-14.150 per dolar AS hingga penutupan. Pergerakkan nilai tukar rupiah sepanjang pekan ini bisa dilihat dalam databoks berikut:

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Ekarina

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait