Darmin Nasution jadi Komut Smartfren, Kerugian Ditargetkan Turun

Darmin merupakan figur yang memiliki banyak prestasi dan pengalaman, sehingga diharapkan mampu turut mengembangkan Smartfren ke depan.
Image title
14 Agustus 2020, 21:18
Usai Tunjuk Darmin jadi Komisaris, Smartfren Targetkan Kerugian Turun.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Smartfren menunjuk Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebagai Presiden Komisaris yang baru.

Emiten telekomunikasi, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) baru saja menunjuk mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebagai Presiden Komisaris perusahaan yang baru. Hal itu diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Jumat (14/8).

"Mulai hari ini dan seterusnya, kami akan mendapatkan support yang luar biasa dengan hadirnya Presiden Komisaris baru yaitu Pak Darmin Nasution," kata Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys dalam paparan publik secara virtual usai RUPST.

Merza menilai bahwa Darmin merupakan figur yang memiliki banyak prestasi dan pengalaman, sehingga diharapkan mampu mengembangkan Smartfren ke depan.

Telebih, perusahaan juga masih diperkuat oleh Presiden Komisaris Smartfren sebelumnya, Gandi Sulistiyanto Soeherman. Yang mana pada struktur baru ini, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris.

Advertisement

"Ini tim yang akan lebih kuat untuk membawa Smartfren lebih berkembang ke depan," ujar Merza. 

Adapun, setelah masuknya Darmin dalam tim pengawas Smartfren, susunan Dewan Komisaris menjadi, sebagai berikut:
- Presiden Komisaris: Darmin Nasution
- Wakil Presiden Komisaris: Gandi Sulistiyanto Soeherman
- Komisaris Independen: Sarwono Kusumaatmadja
- Komisaris Independen: Reynold Manahan Batubara

Target Kinerja Keuangan

Sejalan dengan perubahan susunan komisaris, dia juga berharap ada perubahan baru yang bisa membawa Smartfren memperoleh kinerja lebih baik ke depan atau setidaknya mampu menjaga pertumbuhan pendapatan semester I 2020. 

Pada enam bulan pertama 2020, pendapatan Smartfren tumbuh 42% menjadi Rp 4,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini pun sesuai dengan target perusahaan. Sedangkan sepajang 2020, Smartfren menargetkan pendapatan sebesar senilai Rp 6,98 triliun atau meningkat 10% dibandingkan tahun lalu.

"Kami mencoba mempertahankan pertumbuhan pendapatan tersebut," kata Direktur Smartfren Antony Susilo pada kesempatan yang sama.

Dari sisi profitabilitas, Smartfren masih tetap berharap bahwa hingga akhir tahun ini, rugi bersih perusahaan bisa terus ditekan. Pada 2019, perusahaan mencatat rugi bersih Rp 2,18 triliun. Nilai tersebut turun dari rugi bersih pada 2018 sebesar Rp 3,55 triliun.

"Kalau diperhatikan bottom line dari tahun ke tahun kami melihat terus menurun. Sekarang, kami masih berusaha makin mengecilkan ruginya," katanya.

Adapun pada semester I tahun ini, rugi bersih perusahaan mencapai Rp 1,22 triliun, yang mana angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan capaian periode sama tahun lalu Rp 1,07 triliun.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait