IHSG Diprediksi Terkonsolidasi, Terpengaruh Fluktuasi Rupiah

Gelombang tekanan yang terlihat belum akan berakhir, yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar dan harga komoditas.
Image title
3 September 2020, 07:34
 IHSG Diprediksi Terkonsolidasi, Terpengaruh Fluktuasi Rupiah.
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Ilustrasi tampilan layar perdaangan saham. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi terkonsolidasi cenderung melemah, terseret sentimen fluktuasi nilai tukar.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bergerak mencari arah baru atau terkonsolidasi cenderung melemah pada perdagangan Kamis (3/9). Laju indeks akan dibayangi sejumlah sentimen, seperti sikap investor yang akan mencermati fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas.

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah pada perdagangan kemarin, Rabu (2/9) ditutup melemah 1,18% ke level Rp 14.745 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda anjlok terpengaruh wacana revisi UU Bank Indonesia (BI). Pelemahan rupiah juga tercatat sebagai paling dalam di Asia

Pelemahan nilai tukar terjadi seiring wacana DPR merevisi Undang-undang Bank Indonesia, sehingga berpotensi mengganggu independensi bank sentral. Hal ini juga memengaruhi permintaan dolar AS.

Badan Legislasi (Baleg) DPR tengah menyusun draf RUU Perubahan Ketiga atas UU Nomor 23 tahun 1999 tentang BI. Dalam draf RUU inisiasi DPR itu, parlemen berencana membentuk dewan moneter untuk membantu pemerintah dan bank sentral dalam menetapkan kebijakan ke depan.

Sementara itu,  pada IHSG mengakhiri perdagangan kemarin dengan kenaikan 1,29 poin atau 0,02% ke level 5.311,97. Sepanjang hari kemarin, indeks lebih banyak bergerak di teritori negatif dengan level terendah hari ini berada di 5.301,83 atau turun 0,17%.

”Pergerakan IHSG terlihat masih akan berada dalam rentang konsolidasi wajar. Gelombang tekanan yang terlihat belum akan berakhir, yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar dan harga komoditas” kata Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya dalam risetnya, dikutip Kamis.


Meski demikian, dia menilai kuatnya fundamental perekonomian Indonesia masih memberi peluang kenaikan IHSG. Dengan sentimen ini, dia memperkirakan IHSG hari ini bergerak pada rentang support dan resistence di level 5.102 hingga 5.378.

Level support merupakan level yang diperkirakan menahan koreksi indeks atau harga saham. Sedangkan resistance merupakan level yang diproyeksi menghentikan kenaikkan indeks atau harga saham.

Beberapa saham dia rekomendasikan untuk investor hari ini, di antaranya saham emiten perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT London Sumatera Tbk (LSIP), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Astra Internasional Tbk (ASII).

Lalu saham pertambangan, PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG), PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI),  Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). 

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi juga memperkirakan IHSG bakal bergerak turun hari ini. “ Sehingga kami perkirakan secara teknikal IHSG berpotensi bergerak terbatas dan cenderung mengalami tekanan dengan support resistance 5230-5360,” katanya.

Saham-saham yang dapat dicermati investor di antaranya ada saham pertambangan PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT London Sumatera Tbk (LSIP), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Sedangkan Analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi IHSG bergerak mixed cenderung menguat pada rentang  5.300 s/d 5.388 pada hari ini. “Secara teknikal mengindikasikan kembalinya IHSG pada tren menguat,” katanya.

 Beberapa saham yang ia rekomendasikan seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG) dan PT Timah Tbk (TINS).


Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait