Pemulihan Harga Komoditas Berlanjut Tahun Ini

Kenaikan harga komoditas dunia di sisi lain ikut mempengaruhi biaya produksi sektor industri pengguna.
Image title
Oleh Hanna Farah Vania - Tim Publikasi Katadata
31 Agustus 2021, 13:57

Tren harga komoditas dunia menunjukkan pemulihan sejak semester kedua 2020 di tengah berakhirnya karantina wilayah (lockdown) oleh sejumlah negara akibat pandemi Covid-19. Bank DBS memperkirakan kenaikan harga dan inflasi komoditas akan terus berlanjut tahun ini dan mempengaruhi industri hulu maupun hilir.

DBS Group Research dalam laporannya Regional Industry Focus bertajuk Commodity Inflation Analysis mengungkapkan, meskipun terjadi moderasi harga komoditas pada paruh kedua 2021, harga rata-rata komoditas pada 2021 akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Sejumlah faktor mempengaruhi penguatan harga komoditas saat ini, seperti meningkatnya permintaan akibat pemulihan awal ekonomi Tiongkok, rencana belanja infrastruktur Amerika Serikat (AS), faktor cuaca hingga hambatan rantai pasok selama pandemi berlangsung.

Kenaikan harga komoditas dunia di sisi lain ikut mempengaruhi biaya produksi sektor industri pengguna. Industri seperti otomotif, barang konsumsi, makanan minuman dan bahan kimia merasakan dampak terhadap naiknya komoditas seperti besi baja, minyak mentah dan CPO. Industri otomotif misalnya, besi baja, alumunium dan tembaga berdampak hampir 75% terhadap biaya pokok penjualan (Cost of Goods Sold/ COGS).

Namun, DBS memperkirakan dampak tersebut tidak akan seragam. Beberapa industri dengan permintaan konsumen akhir yang lebih baik dapat melewati
kenaikan ongkos produksi lebih mudah dibandingkan sektor yang lain.

Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.