Di COP28, Erick Thohir Ungkap Peran Mangrove sebagai Blue Carbon

Hari Widowati
10 Desember 2023, 19:42
Ilustrasi Erick Thohir di COP28.
Nyala Fajar/Ridho Alfajri
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi ad Interim Erick Thohir mengungkapkan mangrove turut serta dalam mengendalikan perubahan iklim dengan berperan sebagai paru-paru dunia melalui penyerapan dan penyimpanan blue carbon.

Di perhelatan KTT Iklim COP28, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) ad Interim Erick Thohir memaparkan langkah Indonesia dalam mengelola dan melestarikan mangrove. Mangrove atau tanaman bakau memiliki peran signifikan dalam pengendalian perubahan iklim dunia.

"Mangrove sangat penting bagi Indonesia mengingat manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat, serta kemampuannya memperkuat ketahanan pesisir. Sebagai solusi berbasis alam, mangrove turut serta dalam mengendalikan perubahan iklim dengan berperan sebagai paru-paru dunia melalui penyerapan dan penyimpanan blue carbon," ujar Erick Thohir dalam sesi COP28 bertajuk 'Delivering Global Action on Mangrove Restoration and Protection' di Dubai, pada Sabtu (9/12).

Advertisement

Erick mengungkapkan, mangrove memberikan sejumlah manfaat, antara lain melindungi pantai, keanekaragaman hayati yang tinggi, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui ekowisata dan penetapan harga karbon. "Kemampuan ekosistem mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon dengan kepadatan yang melebihi hutan tropis telah menarik perhatian dunia. Di Indonesia, ekosistem mangrove mampu menangkap 3,3 giga ton CO2," ujar Erick.

Kemampuan mangrove untuk menangkap karbon itu setara dengan 3,36 juta hektare kawasan mangrove dengan potensi valuasi ekonomi mencapai US$16,5 juta. Sejak 2020, Indonesia telah menanam lebih dari 265 juta mangrove.

Namun, pemerintah Indonesia tidak bisa melakukan hal ini sendirian. Perlu peran dari sektor swasta untuk mengkatalisasikan program restorasi dan konservasi mangrove di seluruh dunia.

"Menciptakan inovasi dan pendanaan berkelanjutan sangatlah penting. Dalam hal investasi, minat masyarakat terhadap ekosistem karbon biru berpotensi mencapai US$10 juta, yang berasal dari korporasi dan investor," tuturnya.

Halaman:
Reporter: Antara
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement