Pertamina Kenalkan BBM Rendah Sulfur Baru

Ringkasan
- Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan volume transaksi Single Stock Futures (SSF) mencapai 850-1 juta kontrak pada 2025. SSF merupakan kontrak derivatif yang nilainya bergantung pada kinerja saham konstituen Indeks LQ45.
- Dua jenis kontrak SSF adalah Long (Beli) yang menguntungkan saat harga saham naik dan Short (Jual) yang menguntungkan saat harga saham turun. SSF memberikan peluang perlindungan nilai dan keuntungan saat pasar turun, serta memungkinkan investor mendapatkan saham dengan membayar margin awal.
- Peluncuran SSF yang semula dijadwalkan pada kuartal I 2024 tertunda karena menunggu momentum pasar yang tepat dan kesiapan anggota bursa derivatif. Saat ini, Bina Artha Sekuritas telah mengantongi izin penyelenggaraan, dan tiga sekuritas lain sedang dalam proses memperoleh izin.

PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balongan, meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan bernama Diesel X. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan Diesel X merupakan produk yang diproduksi dengan menggunakan teknologi dan menghasilkan BBM Ultra Low Sulphur Diesel.
"Peluncuran Diesel X merupakan jawaban atas tantangan dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi, produk ini tidak hanya memberikan performa tinggi tetapi juga mengedepankan efisiensi bahan bakar dan emisi yang lebih rendah,” ujar Simon dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (31/1).
Simon mengatakan, Diesel X merupakan bentuk respons Pertamina terhadap tuntutan global akan energi yang lebih bersih. Diesel X diproduksi dengan teknologi terkini yang dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menjadi solusi terbaik bagi para pelanggan di sektor industri yang menggunakan kendaraan berat seperti di pertambangan.
“Produk ini tidak hanya akan memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga akan berkontribusi besar dalam mewujudkan visi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi yang berkelanjutan dan inovatif,” ujarnya.
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Taufik Aditiyawarman, mengatakan Diesel X merupakan wujud nyata dari komitmen PT KPI untuk menghadirkan energi yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan bagi masyarakat dan industri di Indonesia.
“Kilang Balongan telah berhasil melakukan improvement proses produksi hingga berhasil memproduksi Diesel X, memastikan kualitas dan performa terbaik untuk kendaraan bermesin diesel serta sektor industri lainnya,” ujar Taufik.
Taufik mengatakan, Diesel X, akan memberikan manfaat baik dari segi performa mesin, efisiensi bahan bakar, maupun pengurangan emisi gas buang.
Diesel X yang dihasilkan dari Kilang Balongan memiliki kandungan rendah sulfur < 10 ppm. Saat ini kapasitas Kilang Balongan untuk memproduksi Diesel X mencapai 200 ribu barrel per bulan. Pada momentum peluncuran Diesel X, Pertamina akan melakukan pengiriman perdana 52 ribu barel Diesel X untuk sektor industri, yaitu kepada PT Freeport Indonesia.