Cegah Banjir, Pemprov Jakarta Keruk 13 Kali dan Waduk Jakarta hingga Agustus

Tia Dwitiani Komalasari
24 Februari 2025, 15:09
Petugas Dinas Tata Air Pemprov Jakarta menggunakan alat berat untuk mengangkat endapan lumpur di aliran Sungai Ciliwung Kecil, Jakarta, Minggu (23/2/2025).
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr
Petugas Dinas Tata Air Pemprov Jakarta menggunakan alat berat untuk mengangkat endapan lumpur di aliran Sungai Ciliwung Kecil, Jakarta, Minggu (23/2/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 1.000 personel lebih untuk mengeruk 13 aliran sungai dan waduk secara berkelanjutan sebagai upaya mencegah terjadinya banjir akibat hujan dan pasang laut. Pengerukan akan dilakukan hingga Agustus 2025.

"Hari ini kami mulai bergerak dan bersiaga dalam rangka menjaga Jakarta dari banjir dan rob," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno usai apel "Siap Siaga Jakarta" di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (24/2).

Ia mengatakan sebelum terjadi banjir, seluruh aliran sungai, waduk, dan bendungan yang ada di Jakarta harus diperdalam dan sedimen diangkut keluar. Sedimen yang diangkut diperkirakan mencapai satu juta meter kubik.

Untuk ancaman banjir rob, pihaknya akan fokus di lima titik termasuk di kawasan Muara Baru terutama kawasan rumah terapung. "Ini titik terbesar untuk rob dan paling rawan. Ini yang akan kita fokuskan," kata dia.

Rano mengatakan program pengerukan ini akan dilakukan mulai dari hari ini hingga bulan Agustus 2025, termasuk di saat bulan Ramadhan nanti semua akan tetap bekerja. Menurut dia program pengerukan ini akan dilakukan secara periodik dan minimal enam bulan sekali.

"Kami harus bergerak setiap hari untuk mengangkut sedimentasi ini," kata dia

Menurut dia program "Siap Siaga Jakarta" ini tidak menggunakan APBD DKI Jakarta tapi memanfaatkan dana swakelola. Pemprov DKI Jakarta memiliki alat dan juga tenaga dari petugas yang ada.

"Kami bekerja sendiri mengoptimalkan apa yang kita miliki, tidak menggunakan vendor," kata dia.

Ia mengatakan nanti akan dipikirkan satu juta meter kubik sedimen yang diangkat akan dibuang kemana. Menurut dia ini yang menjadi dilematis karena jika didiamkan maka sedimen itu akan semakin tebal.

"Jakarta ini harus dicarikan jalan untuk mengantisipasi terjadinya banjir," kata dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...