Viral Video Sampah di Pantai Ancol, Pengelola Sebut Itu Sampah Kiriman

Tia Dwitiani Komalasari
3 Maret 2025, 08:02
Warga bermain di pesisir Pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (1/3/2025). PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menggratiskan tiket masuk bagi masyarakat yang ingin berbuka puasa dan ngabuburit di kawasan Ancol selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU
Warga bermain di pesisir Pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (1/3/2025). PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menggratiskan tiket masuk bagi masyarakat yang ingin berbuka puasa dan ngabuburit di kawasan Ancol selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah mulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB pada periode 1 Maret hingga 28 Maret 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Video sampah-sampah plastik hingga batang kayu di pinggir pantai Ancol, viral di media sosial. Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) buka suara terkait video tersebut.

Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Ariyadi Eko Nugroho, kawasan wisata Pantai Ancol Taman Impian di Jakarta Utara mengalami fenomena kiriman sampah dari laut sejak akhir Januari 2025. Manajemen masih berupaya mengatasi sampah kiriman dari laut, salah satunya dengan mengerahkan petugas kebersihan.

Eko mengatakan fenomena kiriman sampah laut merupakan hal yang umum terjadi. Meskipun jumlah sampah yang datang sempat berkurang, kondisi ini masih berlanjut hingga awal Maret, walaupun tidak separah sebelumnya.

Menurut Eko, fenomena tersebut bertepatan dengan  dengan curah hujan tinggi. Langkah antisipatif telah dilakukan, salah satunya dengan menyiagakan puluhan tenaga kebersihan.

Menggunakan jaring khusus, mereka mengumpulkan sampah yang mengapung di perairan maupun yang terdampar di bibir pantai. Tidak hanya itu, tim darat juga melakukan pembersihan rutin di kawasan pesisir untuk memastikan area tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung.

“Kami menyadari bahwa fenomena ini menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan kawasan wisata, akan tetapi kami juga telah antisipasi dengan menyiagakan 30 tenaga kebersihan dalam menanggulanginya," kata Eko dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (2/3).

Eko menambahkan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Ancol memiliki fasilitas pengelolaan sampah mandiri di ujung timur kawasan rekreasi.Di fasilitas ini, Ancol memilah jenis sampah yang ada dan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Adapun sampah plastik dipadatkan kemudian didistribusikan ke vendor pengolah sampah plastik.

 "Dengan upaya yang terus dilakukan, diharapkan wisatawan tetap dapat menikmati suasana pantai yang bersih dan nyaman," ujar Eko.

Lebih lanjut, Eko mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan Ancol. Sebab kebersihan kawasan pantai dan laut bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi juga tanggung jawab bersama.

“Oleh karena itu, kami juga mengajak pengunjung untuk turut serta dalam menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” kata Eko.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...