Xi Jinping: Perubahan Politik Global Tidak Akan Mengubah Aksi Iklim Cina

Hari Widowati
24 April 2025, 06:19
Xi Jinping, Cina, perubahan iklim
ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Akbar Nugroho Gumay/nym.
Presiden Cina Xi Jinping mengatakan upaya negaranya untuk mengatasi perubahan iklim tidak akan melambat meskipun ada perkembangan politik global.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Cina Xi Jinping mengatakan upaya negaranya untuk mengatasi perubahan iklim tidak akan melambat meskipun ada perkembangan politik global. Xi menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato pada konferensi tingkat tinggi daring yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Brasil untuk membahas perubahan iklim dan transisi energi yang adil.

Xi mengatakan beberapa negara besar cenderung pada unilateralisme dan proteksionisme, hal ini menimbulkan dampak yang besar pada aturan internasional dan tatanan internasional.

"Semakin turbulen dan kacau situasi internasional, semakin kokoh kita harus mempertahankan sistem internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa di pusatnya," kata Xi seperti dikutip Kantor Berita Xinhua, Rabu (23/4).

Xi tidak secara langsung menyebut Amerika Serikat (AS), yang terlibat dalam perang dagang dengan Cina dan berusaha mempercepat produksi bahan bakar fosil di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Brasil akan menjadi tuan rumah negosiasi perubahan iklim COP30 tahun ini, dan berharap dapat meyakinkan Cina, konsumen energi terbesar dan produsen gas rumah kaca di dunia, untuk memberikan komitmen yang lebih kuat dalam mengurangi emisi mereka.

Target Iklim Negara-negara Menjelang COP30

Negara-negara di dunia seharusnya menetapkan "kontribusi yang ditentukan secara nasional" (NDC) baru untuk tahun 2035 sebelum Februari tahun ini. Namun, hanya sejumlah kecil yang telah mengeluarkan rencana mereka. Xi mengatakan Cina akan mengumumkan NDC barunya sebelum pembicaraan iklim di Belem, Brasil dimulai pada November mendatang.

Pertemuan daring para kepala negara, yang dimulai pada hari Rabu (23/4), diperkirakan akan membahas ambisi iklim dari ekonomi-ekonomi utama. Namun, Tiongkok telah berulang kali menyatakan target-targetnya bergantung pada kebutuhan dan kemampuan sendiri.

"Kembali ke fundamentalnya, akan ada kesenjangan antara apa yang dibutuhkan terkait NDC Tiongkok dan apa yang bersedia diajukan oleh Beijing," kata Li Shuo, direktur China Climate Hub di Asia Society Policy Institute.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...