Menteri Hanif: Kalbar Jadi Provinsi dengan Titik Panas Terbanyak di RI

Image title
19 Mei 2025, 11:46
menteri hanif, ekonomi hijau, katadata green
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan arahan kepada pelaku usaha kawasan industri Sejabodetabek dan Karawang di Jakarta, Kamis (10/4/2025). Menteri Lingkungan Hidup memberikan empat arahan kepada pelaku usaha kawasan industri yaitu mengindikasi kualitas udara, penataan proses pembuangan air limbah, penanganan limbah B3 dan pengelolaan sampah untuk menghadapi musim kemarau.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan Kalimantan Barat (Kalbar) tercatat sebagai provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak di Indonesia per 16 Mei 2025, dengan total 57 titik, disusul oleh Provinsi Riau.

Namun, jika dilihat dari luas lahan yang terbakar, Riau menempati posisi pertama dengan lebih dari 600 hektare, sedangkan Kalimantan Barat berada di urutan kedua dengan lebih dari 400 hektare.

"Ini harus kita tangani dengan serius. Dari total 400 hektare lahan terbakar di Kalbar, sekitar 100 hektare berada di lahan gambut dan sisanya di lahan mineral," kata Menteri Hanif Faisol Nurofiq di Pontianak seperti dikutip Antara, Senin (19/5).

Menteri Hanif mengungkapkan 70%-80% kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar terjadi di luar kawasan hutan, sehingga perlu peran aktif seluruh jajaran pemerintah daerah, khususnya perusahaan perkebunan kelapa sawit, dalam upaya pencegahan.

"Kami sangat mengharapkan dukungan dan koordinasi dari Gubernur Kalimantan Barat agar seluruh jajaran, termasuk perusahaan perkebunan, dapat bersinergi dalam menanggulangi karhutla," tuturnya.

Menurut Menteri Hanif, Kalimantan Barat memiliki kawasan gambut seluas 2,4 juta hektare, yang merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia.

"Manajemen lahan di Kalbar sangat kompleks. Total wilayahnya 14 juta hektare, tapi hanya dikelola oleh satu gubernur. Bandingkan dengan Pulau Jawa yang memiliki enam gubernur untuk luasan 13 juta hektare," katanya.

Ia menekankan pentingnya pencegahan dibandingkan penanggulangan, terutama kebakaran di lahan gambut yang sulit dipadamkan saat musim kemarau.

"Water bombing pun akan percuma kalau yang terbakar itu lahan gambut," kata Hanif.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...