CEO Danantara Jajaki Teknologi Pengolahan Sampah Canggih dari Cina
CEO Danantara Rosan Roeslani mengunjungi fasilitas waste-to-energy (WtE) milik Weiming Group di Yongqiang, Tiongkok.
Dalam kesempatan itu, Rosan menjajaki peluang untuk membawa teknologi tersebut ke Indonesia. Dalam unggahan di sosial media miliknya, Rosan mengatakan dalam kunjungan ini ia ingin melihat lebih lanjut teknologi ramah lingkungan berstandar internasional yang dioperasikan oleh Weiming.
"Kunjungan kami ke fasilitas waste-to-energy (WtE) kelas dunia milik Weiming di Yongqiang, Wenzhou, Tiongkok, memberi wawasan tentang teknologi ramah lingkungan berstandar emisi internasional yang ketat," tulis Rosan dalam unggahan di akun Instagramnya, Rabu (27/8).
Dalam kesempatan tersebut, Rosan menceritakan bahwa dirinya telah melakukan diskusi mengenai potensi kerja sama ke depannya mengenai pengadaan peralatan canggih milik Weiming Group agar bisa diboyong ke Indonesia.
Weiming Group merupakan perusahaan asal Cina yang fokus di sektor insinerasi limbah dan pembangkit energi. Yongqiang WTE Project memiliki kemampuan pemrosesan limbah sebesar 3.200 ton perharinya. Fasilitas waste-to-energy (WtE) milik Weiming di Yongqiang, Wenzhou, Tiongkok ini memiliki kapasitas penghasilan daya hingga 40 megawatt dan tahap keduanya dilengkapi satu turbin mampu menghasilkan 25 megawatt.
Sejak Pembangkit Listrik Sampah Wenzhou Dongzhuang terhubung ke jaringan pada tahun 2000, perusahaan telah melakukan sejumlah proyek. Saat ini, kapasitas produksi perusahaan menyumbang sekitar 75% di Wenzhou dan 20% di Provinsi Zhejiang.
Perusahaan ini sendiri dikategorikan sebagai fasilitas dengan standar AAA, yang merupakan level tertinggi di industri insinerasi limbah di Cina.
