Enam dari Delapan Ekosistem Penting di Indonesia Belum Punya Payung Hukum

Image title
29 Agustus 2025, 10:28
Foto udara perahu nelayan melintasi di kawasan koservasi mangrove Pantai Tiris, Pasekan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (25/8/2025). Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan komitmen nasional untuk merehabil
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.
Foto udara perahu nelayan melintasi di kawasan koservasi mangrove Pantai Tiris, Pasekan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (25/8/2025). Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan komitmen nasional untuk merehabilitasi seluas 769.824 hektare ekosistem mangrove secara terukur, ilmiah, dan partisipatif pada 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Keanekaragaman hayati Indonesia yang melimpah masih belum didukung oleh perangkat regulasi yang mencukupi. Saat ini hanya dua dari enam ekosistem penting di Indonesia yang memiliki payung hukum.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyebutIndonesia menempati peringkat kedua dunia dalam indeks keanekaragaman hayati (biodiversity) setelah Brasil. Berdasarkan Global Biodiversity Index 2022, Indonesia memperoleh skor 418,78, hanya kalah dari Brasil yang berada di posisi teratas dengan skor 512,34.

“Indeks ini mencerminkan betapa kayanya biodiversitas kita. Indonesia memiliki 22 tipe ekosistem, menjadikan negara ini sebagai salah satu dengan keragaman ekosistem terbesar di dunia,” ujar Hanif dalam dalam acara MINDialogue ‘Korporasi Hebat, Alam Selamat’, Kamis (28/8).

Hanif mengatakan Indonesia memiliki delapan ekosistem penting yakni mangrove, gambut, ekosistem lamun, karst, danau, terumbu karang, savana dan hutan kerangas. Saat ini Indonesia baru memiliki regulasi di sektor gambut dan mangrove yang baru saja disahkan. Sementara enam ekosistem penting lainnya masih belum memiliki regulasi khusus.

"Jadi 2 hal ini aja masih ada 6 lagi yang belum kita susun regulasinya. Bagaimana tata laksana dari penanganan Biodiversity kita," kata dia.

Dari 22 tipe ekosistem yang dimiliki, terdapat 8 ekosistem penting yang sangat menentukan kekayaan hayati Indonesia. Di antaranya seperti:

Ekosistem Lamun: 293.464 hektare
Ekosistem Karst: 354.216,75 hektare
Ekosistem Danau: 523.388,03 hektare
Ekosistem Terumbu Karang: 2,5 juta hektare
Ekosistem Mangrove: 3,36 juta hektare
Ekosistem Savana: 10,27 juta hektare
Ekosistem Gambut: 12,430,517 juta hektare
Ekosistemn Hutan Kerangas: 767.200 hektare

Selain ekosistem, Indonesia juga dikenal sebagai rumah bagi berbagai spesies penting dunia, yaitu 14,5% mamalia dunia ada di Indonesia, 18,6% burung, 9,7% tumbuhan berbunga, 8,7% reptil dan 6,3% amfibi.

Bahkan, tercatat ada 222 spesies karang, 185 jenis terumbu karang, serta 169 spesies burung yang statusnya terancam punah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...