Enam dari Delapan Ekosistem Penting di Indonesia Belum Punya Payung Hukum
Keanekaragaman hayati Indonesia yang melimpah masih belum didukung oleh perangkat regulasi yang mencukupi. Saat ini hanya dua dari enam ekosistem penting di Indonesia yang memiliki payung hukum.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyebutIndonesia menempati peringkat kedua dunia dalam indeks keanekaragaman hayati (biodiversity) setelah Brasil. Berdasarkan Global Biodiversity Index 2022, Indonesia memperoleh skor 418,78, hanya kalah dari Brasil yang berada di posisi teratas dengan skor 512,34.
“Indeks ini mencerminkan betapa kayanya biodiversitas kita. Indonesia memiliki 22 tipe ekosistem, menjadikan negara ini sebagai salah satu dengan keragaman ekosistem terbesar di dunia,” ujar Hanif dalam dalam acara MINDialogue ‘Korporasi Hebat, Alam Selamat’, Kamis (28/8).
Hanif mengatakan Indonesia memiliki delapan ekosistem penting yakni mangrove, gambut, ekosistem lamun, karst, danau, terumbu karang, savana dan hutan kerangas. Saat ini Indonesia baru memiliki regulasi di sektor gambut dan mangrove yang baru saja disahkan. Sementara enam ekosistem penting lainnya masih belum memiliki regulasi khusus.
"Jadi 2 hal ini aja masih ada 6 lagi yang belum kita susun regulasinya. Bagaimana tata laksana dari penanganan Biodiversity kita," kata dia.
Dari 22 tipe ekosistem yang dimiliki, terdapat 8 ekosistem penting yang sangat menentukan kekayaan hayati Indonesia. Di antaranya seperti:
Ekosistem Lamun: 293.464 hektare
Ekosistem Karst: 354.216,75 hektare
Ekosistem Danau: 523.388,03 hektare
Ekosistem Terumbu Karang: 2,5 juta hektare
Ekosistem Mangrove: 3,36 juta hektare
Ekosistem Savana: 10,27 juta hektare
Ekosistem Gambut: 12,430,517 juta hektare
Ekosistemn Hutan Kerangas: 767.200 hektare
Selain ekosistem, Indonesia juga dikenal sebagai rumah bagi berbagai spesies penting dunia, yaitu 14,5% mamalia dunia ada di Indonesia, 18,6% burung, 9,7% tumbuhan berbunga, 8,7% reptil dan 6,3% amfibi.
Bahkan, tercatat ada 222 spesies karang, 185 jenis terumbu karang, serta 169 spesies burung yang statusnya terancam punah.
