Menteri LH: Pendanaan TPS3R Akan Berkolaborasi dengan Kopdes Merah Putih
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menyebut pendanaan tempat pengolahan sampah reuse-reduce-recycle (TPS3R) akan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih.
TPS3R merupakan salah satu solusi pengolahan sampah di lingkup masyarakat, yaitu di tingkat kecamatan.
“Untuk itu harus dibangun circular economy-nya, sehingga pendanaannya kami akan kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih,” kata Hanif, usai melakukan kunjungan kerja di Greenland International Industrial Center, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (9/9).
Hanif berharap, TPS3R bisa menjadi salah satu unit usaha dari Kopdes Merah Putih. Selain dapat menangani sampah dengan dana terpenuhi, TPS3R dinilai dapat memperkuat akses usaha koperasi.
Dari sisi ekonomi sirkular, kolaborasi keduanya dapat menyerap tenaga kerja dan memberi keuntungan bagi masyarakat.
Pengolahan Sampah dalam Jumlah Besar
Untuk pengolahan sampah dalam jumlah besar, pemerintah menyasar teknologi waste to energy dan refuse derived fuel (RDF). Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) khususnya untuk timbulan sampah 30 ribu ton per hari, akan diolah dengan waste to energy.
Hanif menyebut keterlibatan Danantara dalam proyek ini, “Pak Rosan (CEO Danantara) sudah mengambil perannya,” katanya.
Ke depan, KLH juga akan berdiskusi dengan Danantara, untuk mendukung proyek-proyek RDF. Proyek ini lebih murah dibandingkan waste to energy dan dapat menampung 20 ribu ton sampah setiap hari.
Kabarnya, proyek RDF akan bekerja sama dengan 23 pabrik semen di Indonesia. RDF berpotensi memasok bahan bakar yang mereka hasilkan untuk pabrik-pabrik semen tersebut.
