Farwiza Farhan: Banjir di Bali Jadi Contoh Nyata Kondisi Bumi

Ajeng Dwita Ayuningtyas
11 September 2025, 18:39
Farwiza Farhan
Katadata/Fauza
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pendiri dan Ketua Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan (HAkA) Farwiza Farhan menyebut laporan Planetary Health Check 2024 menunjukkan enam dari sembilan aspek kesehatan bumi sudah melewati ambang batas. 

Enam aspek yang sudah melebihi ambang batas itu adalah polusi zat berbahaya, perubahan iklim, perubahan integritas biosfer, perubahan sistem tanah, perubahan kualitas air tawar, dan gangguan nutrisi alami bumi.

Sementara, tiga aspek lainnya masih tergolong hijau. Tiga aspek itu adalah penipisan ozon,  peningkatan muatan aerosol di atmosfer, dan peningkatan kadar asam lautan.

Wiza menyampaikan, keadaan bumi “sakit” ini juga tergambar di Indonesia.

“Contoh yang paling dekat saja, banjir di Bali yang sedang terjadi saat ini,” kata Wiza, katanya dalam sesi Sustainability Action for the Future Economy 2025 yang digelar Katadata, Kamis (11/9).

Bencana tersebut, menurut Wiza, mengindikasikan pembangunan yang terjadi sudah melebihi batas kemampuan bumi. Ini tidak lepas dari kendornya pemerintah menjaga keseimbangan bumi lewat kebijakan. Meskipun demikian, pemerintah hanya salah satu pemangku kepentingan.

"Masih ada kita yang bisa mendorong berbagai isu perubahan iklim,” tutupnya.

Ia menjelaskan kebijakan lingkungan yang diambil tanpa pertimbangan matang akan berdampak panjang. Wiza memberi contoh yang dialami warga di sekitar aliran Sungai Peusangan, Aceh Utara. Wiza menuturkan, ketika melihat data hilangnya tutupan hutan di kawasan tersebut selama 1990-an hingga 2025, angkanya relatif kecil. 

“Perusakan hutannya sangat masif pada tahun 80-an. Tapi di daerah itu intensitas dan frekuensi banjirnya sangat tinggi,” katanya.

Ia menyebut dampak kebijakan pada 40 tahun lalu masih dirasakan hingga saat ini. Wiza juga mengingatkan, situasi ini dapat berulang. Bila terjadi kesalahan pengambilan kebijakan saat ini, dampaknya dirasakan generasi di masa depan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...