Kemenhut Kejar Target Rehabilitasi 6 Ribu Hektare Mangrove di Riau

Ajeng Dwita Ayuningtyas
26 September 2025, 10:43
Kemenhut, mangrove, pesisir
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/aww.
Kementerian Kehutanan mempercepat rehabilitasi mangrove di Riau, melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Riau memiliki potensi pemulihan mangrove seluas 12.234 hektare.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mempercepat rehabilitasi mangrove di Riau, melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Riau memiliki potensi pemulihan mangrove seluas 12.234 hektare, dari total 231.438 hektare lahan mangrove.

Program ini merupakan bagian dari upaya mencapai target rehabilitasi 5.858 hektare mangrove di Riau hingga 2027. Selain untuk menghadapi abrasi dan intrusi air laut, rehabilitasi mangrove juga membantu ketahanan sosial ekonomi masyarakat di pesisir.

Salah satu lokasi prioritas rehabilitasi mangrove di Riau berada di Desa Kuala Selat, Indragiri Hilir. "(Desa ini) kehilangan 1.600 hektare kebun kelapa akibat abrasi setelah mangrove hilang,” kata Kepala Seksi Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Indragiri Rokan, Arif Adi Suhastyo, beberapa waktu lalu. 

Lokasi ini menjadi bukti nyata pentingnya peran mangrove di pesisir. Rusaknya ribuan hektare kebun kelapa, membuat ekonomi masyarakat terganggu.

“Sejak dimulai, masyarakat telah menanam lebih dari 5,3 juta batang mangrove di lahan 1.683 hektare,” kata Provincial Project Implementation Unit Manager M4CR Riau, Arif Fahrurrozi.

Rehabilitasi Mangrove Libatkan Ribuan Masyarakat

Program M4CR di Riau melibatkan 1.128 masyarakat dari 56 kelompok. Sebanyak 378 perempuan aktif di proses pembibitan, pengelolaan kelompok, dan usaha berbasis mangrove.

Ada 27 kelompok masyarakat di Riau yang telah menerima bantuan usaha dan pendampingan kelembagaan untuk usaha berbasis mangrove ini. Hasil monitoring September 2025 menunjukkan, lebih dari 70% kelompok masyarakat berhasil mencapai tingkat keberhasilan tumbuh di atas 75%.

Pencapaian ini diiringi tantangan seperti pasang surut, abrasi, gangguan hewan, dan penangkapan biota tidak ramah lingkungan. Tumpukan sampah juga menjadi salah satu faktor penghambat tumbuhnya bibit mangrove.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...