Aktivis Margasatwa dan Pakar Primata Jane Goodall Meninggal Dunia

Hari Widowati
2 Oktober 2025, 09:04
Ilmuwan dan aktivis global Jane Goodall (kedua dari kiri) meninggal dunia pada usia 91 tahun.
Jane Goodall Institute
Ilmuwan dan aktivis global Jane Goodall (kedua dari kiri) meninggal dunia pada usia 91 tahun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ilmuwan dan aktivis global Jane Goodall, yang mengubah kecintaannya pada primata sejak masa kecil menjadi perjuangan seumur hidup untuk melindungi lingkungan, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kabar ini disampaikan oleh Jane Goodall Institute, pada Rabu (1/10).

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Jane Goodall Institute mengumumkan bahwa Goodall meninggal karena sebab alami saat berada di California, Amerika Serikat, dalam sebuah tur.

"Penemuan Dr. Goodall sebagai seorang etolog merevolusi sains, dan dia adalah advokat yang bekerja tanpa kenal lelah untuk perlindungan dan restorasi alam kita," demikian pernyataan Jane Goodall Institute di Instagram, seperti dikutip Reuters.

Ahli primata yang kemudian menjadi aktivis konservasi ini mengubah kecintaannya pada alam liar menjadi kampanye seumur hidup yang membawanya dari desa tepi laut di Inggris ke Tanzania, Afrika Timur.

Ia berkeliling dunia untuk lebih memahami simpanse, serta peran manusia dalam menjaga habitat mereka dan kesehatan planet secara keseluruhan.

Goodall adalah seorang pelopor di bidangnya, baik sebagai ilmuwan perempuan pada tahun 1960-an maupun atas karyanya meneliti perilaku primata. Dia membuka jalan bagi sejumlah perempuan lain untuk mengikuti jejaknya, termasuk mendiang Dian Fossey.

Dia juga membawa masyarakat ke alam liar, bermitra dengan National Geographic Society untuk membawa simpanse kesayangannya ke dalam kehidupan mereka melalui film, TV, dan majalah.

Jane Goodall Meneliti Kepribadian dan Emosi Simpanse

Goodall menjungkirbalikkan norma-norma ilmiah pada masanya, memberi nama pada simpanse alih-alih nomor. Ia mengamati kepribadian mereka yang berbeda, dan memasukkan hubungan keluarga serta emosi mereka ke dalam karyanya. Dia juga menemukan bahwa sama seperti manusia, simpanse bisa menggunakan alat.

"Kita telah menemukan ternyata tidak ada garis tajam yang memisahkan manusia dari seluruh kerajaan hewan," kata Goodall dalam TED Talk tahun 2002.

Seiring berkembangnya kariernya, dia mengalihkan fokusnya dari primatologi ke advokasi iklim setelah menyaksikan kerusakan habitat yang meluas. Ia mendesak dunia untuk mengambil tindakan cepat dan mendesak terhadap perubahan iklim.

"Kita lupa bahwa kita adalah bagian dari alam," katanya kepada CNN pada tahun 2020. "Masih ada jendela waktu."

Pada tahun 2003, ia diangkat menjadi Dame of the British Empire. Pada tahun 2025, Goodall menerima U.S. Presidential Medal of Freedom dari Presiden Joe Biden.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...