Kementerian Investasi Siapkan Perizinan untuk Proyek CCS

Hari Widowati
8 Oktober 2025, 15:43
Kementerian Investasi, perizinan, CCS
IESR
Carbon Capture Storage atau CCS
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan menyiapkan perizinan untuk proyek jasa penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS) di Indonesia.

"Kalau dari BKPM, yang secara umum adalah kita menyiapkan perizinannya. Jadi, dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah mendesain bagaimana wilayahnya nanti mau disiapkan, kemudian dilelang dan seterusnya sampai jadi, itu ada perizinan-perizinan yang ada di situ," ujar Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan, seperti dikutip Antara, di Jakarta, Selasa (7/10).

Implementasi regulasi pemerintah itu akan diterapkan juga di dalam perizinan yang ada di Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) yang ada di bawah Kementerian Investasi. "Pada dasarnya, kami mendukung dari sisi perizinan," kata Nurul Ichwan.

Indonesia akan Kerja Sama dengan Uni Eropa

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Febrian Alphyanto Ruddyard, mengatakan Indonesia memiliki peluang memasarkan jasa penyimpanan karbon.

Indonesia memiliki potensi kapasitas penyimpanan karbon dengan biaya yang kompetitif, sehingga berpeluang besar menawarkan jasa penyimpanan karbon ke luar negeri dan menjadikannya sektor strategis.

Untuk itu, diperlukan pembangunan ekosistem yang kuat, termasuk regulasi yang menarik bagi swasta untuk berinvestasi di teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Investasi ini akan mempercepat transisi energi dan mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.

Indonesia juga akan menggandeng Uni Eropa untuk memperkuat regulasi nasional agar lebih menarik bagi swasta untuk berinvestasi di teknologi CCS.

Director of Indonesia and Regional CCS, Strategic Initiative, Indonesia CCS Center Diofanny Swandrina Putri, mengatakan Indonesia memiliki potensi penyimpanan karbon 80-600 gigaton.

"Kapasitas 600 gigaton sebagai starting point sudah sangat besar," ujar Diofanny, dalam diskusi Integrasi Carbon Capture Storage/Carbon Utilization Storage, di Jakarta, Selasa (8/7).

Pemanfaatan CCS/CCUS secara optimal dapat berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 17% pada 2060. Hal itu termasuk dengan berbagai inisiatif pengurangan emisi karbon lainnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...