Ini Tujuh Area yang Berpotensi Olah Sampah Jadi Energi, Jakarta Belum Masuk
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyatakan ada tujuh wilayah aglomerasi yang berpotensi untuk pembangunan pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Bersama sejumlah kepala daerah, KLH/BPLH telah menyampaikan hasil verifikasi lapangan tersebut kepada BPI Danantara.
“Pembangunan PSEL adalah solusi konkret untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di kota-kota besar yang menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari,” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dikutip Jumat (10/10).
Verifikasi lapangan yang dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ESDM, BPI Danantara, dan PT PLN ini menghasilkan tujuh wilayah aglomerasi di enam provinsi.
Tujuh wilayah tersebut adalah Yogyakarta Raya (Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul), Denpasar Raya (Kota Denpasar dan Kabupaten Badung), Bogor Raya (Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok), serta Bekasi Raya (Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi).
Selain itu, Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Tangerang), Medan Raya (Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang), serta Semarang Raya (Kota Semarang dan Kabupaten Semarang).
Jakarta dan Bandung Raya Belum Memenuhi Syarat
Jakarta dan Bandung Raya yang sebelumnya masuk proyeksi, belum dapat direkomendasikan. Wilayah ini belum memenuhi syarat utama, yaitu ketersediaan lahan sesuai kriteria dan belum adanya kesiapan administratif.
“Untuk Jakarta, lahan yang diajukan hanya 3,05 hektare dan lokasinya berdekatan dengan Jakarta International Stadium serta area permukiman padat,” tambah Menteri Hanif. Sementara itu, di Bandung Raya belum ada lahan yang memenuhi kriteria baik dari sisi teknis maupun administratif.
Pemerintah akan melanjutkan tahap verifikasi lapangan ke wilayah lain, mencakup Bandar Lampung Raya dan Serang Raya. Hanif menambahkan, hal tersebut dilakukan agar saat peraturan presiden terkait PSEL diresmikan, pelaksanaannya bisa segera dimulai.
