Sinar Mas Angkat Inovasi Hijau dan Komitmen Keberlanjutan di ISF 2025
Sinar Mas menegaskan komitmennya mendukung percepatan transisi ekonomi Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan melalui partisipasinya dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center, pada 10-11 Oktober lalu.
Sinar Mas menampilkan langkah mereka dalam mewujudkan praktik bisnis yang berprinsip keberlanjutan mulai dari sektor kehutanan, agribisnis, properti, hingga teknologi digital.
Dalam diskusi panel bertema “What is the Business Case for Investing in Nature?”, Chief Sustainability Officer APP Group, Elim Sritaba, menegaskan keberlanjutan hutan merupakan fondasi dari keberlangsungan industri.
“Tanpa hutan yang sehat dan berkelanjutan, industri ini tidak dapat bertahan. Karena itu, pengelolaan hutan secara bertanggung jawab adalah dasar dari pertumbuhan kami,” ujar Elim dalam pernyataan resmi, Jumat (17/10).
Elim memaparkan strategi Regenesis, pendekatan baru yang memperluas kebijakan konservasi hutan APP sejak 2013. Pendekatan ini menggeser prinsip “do no harm” menjadi “regenerative” dengan fokus pada restorasi ekosistem dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Melalui program Forest Positive Policy, APP Group mengalokasikan dana US$ 30 juta (Rp 497,6 miliar) per tahun selama sepuluh tahun untuk mendukung restorasi dan konservasi hutan. APP juga mengajak lembaga keuangan dan mitra konservasi untuk memperkuat kolaborasi menuju nilai ekonomi berkelanjutan.
Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Petani
Sementara itu, Sinar Mas Agribusiness and Food menyoroti peran strategis industri kelapa sawit dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas dan pemberdayaan petani.
“Melalui model closed-loop terintegrasi, kami menyediakan pelatihan bagi petani, akses pembiayaan, teknologi, dan pasar,” ujar Chief Sustainability and Communications Officer Sinar Mas Agribusiness and Food, Anita Neville.
Ia mengungkapkan, inisiatif seperti Sawit Terampil dan dukungan terhadap Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas nasional serta ketangguhan petani menghadapi perubahan iklim.
Senada, CEO Nature-Based Solutions Sinar Mas Agribusiness and Food, Götz Martin, menegaskan, “Bisnis hijau berhasil karena memiliki model bisnis yang berkelanjutan dengan nilai tambah untuk memperbaiki kondisi planet.”
Dari UMKM hingga AI
Anjungan Sinar Mas di ISF 2025 juga menampilkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bright Future Initiative, yang telah menjangkau lebih dari 100 pelaku usaha lokal di sektor agrifood.
Dari sisi teknologi, unit bisnis XLSmart memperkenalkan robot AI Xiao Qi hasil pengembangan ASIX Indonesia, kolaborasi Sinar Mas dan China Mobile. Robot ini dirancang sebagai spesialis pelayanan publik dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung pameran.
Kota Rendah Karbon dan Green Jobs
Di sektor properti, Sinar Mas Land menegaskan penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh lini, mulai dari desain kawasan hingga pemilihan material ramah lingkungan.
“Kami berkolaborasi dengan Chandra Asri dalam penggunaan aspal berbahan campuran sampah plastik di BSD City dan Kota Deltamas, serta menerapkan skema green loan untuk proyek green building,” ujar Advisor President Office Sinar Mas Land, Ignesjz Kemalawarta.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan green jobs di sektor properti dan infrastruktur. “Kami mendorong reorientasi kebijakan human capital agar mengutamakan kapasitas lingkungan dan keberlanjutan dalam rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan SDM,” tambahnya.

