Polusi Badung, Surabaya dan Tangsel Terburuk, Rentan Bagi Kelompok Sensitif

Ajeng Dwita Ayuningtyas
28 Oktober 2025, 07:54
Wisatawan mancanegara berjalan sambil menggendong anaknya saat berkunjung di Pantai Batu Bolong, Kuta Utara, Badung, Bali, Selasa (14/10/2025). Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari hingga September
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym.
Wisatawan mancanegara berjalan sambil menggendong anaknya saat berkunjung di Pantai Batu Bolong, Kuta Utara, Badung, Bali, Selasa (14/10/2025). Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari hingga September 2025 mencapai 5,6 juta orang dengan didominasi wisatawan asal Australia, Tiongkok, India dan Inggris.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kabupaten Badung di Provinsi Bali menjadi wilayah dengan kualitas udara paling tidak sehat di Indonesia pagi ini, Selasa (28/10). Dari pantauan situs IQAir pukul 07.03 WIB, kualitas udara Badung masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan poin AQI 131.

Kualitas udara Badung masih relatif aman untuk masyarakat umum, namun rentan bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru. 

"Kelompok sensitif memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih besar dan harus sangat berhati-hati. Mereka harus menghindari semua aktivitas di luar ruangan," tulis IQAir dalam lamannya, dikutip Selasa (28/10). 

Selain Badung, beberapa wilayah lainnya memiliki polusi serupa atau sedikit lebih baik. Berikut informasi singkatnya:

  1. Badung, dengan poin AQI 131 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  2. Surabaya, dengan poin AQI 125 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  3. Tangerang Selatan, dengan poin AQI 102 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  4. Tangerang, dengan poin AQI 94 atau dalam kategori sedang
  5. Bandung, dengan poin AQI 86 atau dalam kategori sedang

Sementara, kualitas udara paling sehat tercatat berada di Palangkaraya dan Jambi, dengan poin AQI masing-masing 46 dan 48. Kualitas udara keduanya tergolong baik.

Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara paling sehat memiliki poin AQI 13. Tepatnya berada di Canberra (Australia), Vancouver (Kanada), dan Sydney (Australia). Ketiganya memiliki kualitas udara serupa dan masuk kategori baik. 

Berbalik dengan kondisi tersebut, beberapa kota besar ini justru memiliki kualitas udara sangat buruk:

  1. Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 330 atau dalam kategori berbahaya
  2. Delhi, India, dengan poin AQI 222 atau dalam kategori sangat tidak sehat
  3. Kolkata, India, dengan poin AQI 198 atau dalam kategori tidak sehat
  4. Dhaka, Bangladesh, dengan poin AQI 159 atau dalam kategori tidak sehat
  5. Karachi, Pakistan, dengan poin AQI 159 atau dalam kategori tidak sehat

Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Kategori baik memiliki rentang PM 2,5 0-50, kategori sedang memiliki rentang PM2,5 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang PM 2,5 101-15o.

Sedangkan kategori tidak sehat dengan rentang PM 2,5 di angka 151-200 dan kategori sangat tidak sehat 200-299. Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Kategori berbahaya pada rentang PM 2,5 300-500 . Kualitas udara kategori ini dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...