Kabupaten Bogor akan Buat Hutan Kota di Setiap Kecamatan Mulai 2026

Hari Widowati
6 November 2025, 08:42
Kabupaten Bogor, hutan kota, konservasi
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.
Warga berjalan di area Forest Walk Hutan Kota Babakan Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/9/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menargetkan pembangunan hutan kota di setiap kecamatan mulai 2026. Program ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Bogor untuk memperluas ruang terbuka hijau dan memperkuat ketangguhan terhadap perubahan iklim.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan hal tersebut setelah meninjau hutan organik milik keluarga Hj Rosita di Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Rabu (5/11).

Rudy mengatakan, gagasan pembangunan hutan kota di setiap kecamatan terinspirasi dari semangat keluarga Hj Rosita yang selama dua dekade terakhir membangun hutan organik di lahan seluas 30 hektare secara mandiri.

"Kami sangat bangga dan terinspirasi. Satu keluarga saja bisa mengubah lahan tandus menjadi hutan hijau produktif. Ini bukti menjaga alam tidak selalu butuh modal besar, tetapi ketulusan, komitmen, dan kerja keras," ujar Rudy seperti dikutip Antara, Rabu (5/11).

Hutan organik tersebut kini tumbuh subur dan memberi manfaat ekologis yang luas, baik bagi masyarakat Kabupaten Bogor maupun lingkungan global. Hutan organik itu menjadi wujud upaya konservasi dan menambah pasokan oksigen di lingkungan sekitarnya.

"Pemkab Bogor menargetkan setiap kecamatan memiliki hutan kota, luasnya disesuaikan ketersediaan lahan di masing-masing wilayah," kata Rudy.

Kebijakan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana dan perubahan iklim.

Pemkab Bogor juga akan melakukan gerakan penghijauan yang difokuskan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Cikeas, Cisadane, dan Cileungsi. Langkah ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan lingkungan.

“Kami ingin setiap kecamatan memiliki ruang hijau yang bisa dinikmati warga, menjadi tempat belajar tentang alam, sekaligus menjadi paru-paru kota,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...