Prancis Tunda Larangan Penggunaan Gelas Plastik Sekali Pakai hingga 2030

Hari Widowati
31 Desember 2025, 13:23
Prancis, gelas plastik sekali pakai
Vecteezy.com/Kitsanaphong Burarat
Prancis menunda larangan penggunaan gelas plastik sekali pakai hingga 2030. Aturan tersebut seharusnya berlaku mulai 1 Januari 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Prancis menunda larangan penggunaan gelas plastik sekali pakai hingga 2030. Seharusnya larangan tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2026.

Namun, sebuah dekrit yang diterbitkan dalam jurnal resmi pemerintah menyatakan tinjauan yang dilakukan tahun ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelayakan teknis untuk menghilangkan plastik dari gelas, sehingga menyebabkan penundaan.

Menurut laporan RFI.fr, Kementerian Transisi Ekologi dan Kementerian Ekonomi mengatakan tinjauan baru akan dilakukan pada tahun 2028 untuk menilai kemajuan yang telah dicapai dalam mengganti gelas plastik sekali pakai.

Ketika larangan tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2030, perusahaan akan memiliki waktu 12 bulan untuk menjual stok yang ada.

Dekrit tersebut menambahkan bahwa tergantung pada hasil tinjauan tahun 2028, gelas yang masih diizinkan setelah tahun 2030 adalah gelas yang "tidak mengandung plastik, atau hanya sedikit sekali mengandung plastik". Dekrit tersebut menyatakan tenggat waktu tersebut masih dapat direvisi berdasarkan temuan tersebut.

Prancis secara bertahap memberlakukan larangan terhadap produk plastik sekali pakai selama dekade terakhir, seiring dengan peringatan dari kelompok-kelompok lingkungan tentang polusi di sungai dan lautan.

Undang-undang yang disahkan pada tahun 2020 menetapkan target untuk menghilangkan semua plastik sekali pakai pada tahun 2040.

Kecaman dari Organisasi Lingkungan Hidup

Penundaan larangan penggunaan gelas plastik sekali pakai menuai kritik dari organisasi lingkungan. Mereka menuduh pemerintah mundur di bawah tekanan.

“Ini adalah langkah mundur lainnya dalam perjuangan melawan polusi plastik, di bawah tekanan dari lobi-lobi,” kata Manon Richert, Juru Bicara Zero Waste France, seperti dikutip RFI.fr, pada Selasa (30/12).

Ia mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP bahwa argumen pemerintah lemah karena solusi seperti penggunaan kembali dan pengisian ulang sudah ada dan harus diterapkan melalui investasi dan kerangka peraturan yang sesuai.

Regulasi di Prancis sudah membatasi jumlah plastik dalam gelas sekali pakai. Sejak 2024, kandungan maksimum yang diizinkan telah ditetapkan sebesar 8%, turun dari 15% pada 2022.

Banyak gelas yang dijual sebagai gelas karton mengandalkan lapisan plastik tipis untuk membuatnya kaku dan kedap air. "Terlepas dari kemajuan yang ada, teknologi untuk gelas bebas plastik secara umum masih belum memadai untuk penggunaan skala besar," kata Kementerian Transisi Ekologi Prancis.

Aturan yang Sering Diabaikan

Badan perlindungan konsumen pemerintah, DGCCRF, mengatakan dalam sebuah laporan yang dirilis pada tahun 2024 bahwa hampir satu dari lima dari sekitar 100 perusahaan yang diperiksa pada tahun 2023 melanggar aturan tentang barang-barang plastik sekali pakai.

Para penyelidik mengatakan beberapa perusahaan memasarkan produk sebagai bebas plastik meskipun masih mengandung plastik, sementara yang lain mengubah nama produk untuk menghindari larangan yang ada.

Pada awal Desember, France Nature Environnement dan LSM Surfrider secara resmi menuntut agar beberapa pengecer, termasuk Amazon, Métro, dan La Foir’Fouille, untuk menarik produk plastik yang dilarang dari penjualan. Beberapa pengecer sejak itu telah menghapus barang-barang tersebut.

Di semua penggunaan, setiap orang di Prancis mengonsumsi rata-rata hampir 70 kilogram plastik per tahun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...