Kemenperin Bakal Atur Batas Emisi, Industri Semen Paling Siap Dekarbonisasi
Kementerian Perindustrian tengah menggodok regulasi untuk mendorong dekarbonisasi di sektor industri. Beberapa subsektor industri dianggap paling siap untuk membatasi emisi karbon, termasuk industri semen dan pupuk.
Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian Apit Pria Nugraha, menyebutkan empat subsektor industri yang dianggap paling sadar dan siap untuk membatasi timbulan emisi karbonnya. “Itu industri semen, baja, bubur kertas, dan pupuk,” kata Apit, dalam konferensi pers Sustainability Business Updates 2026 oleh Semen Merah Putih, beberapa waktu lalu.
Keempat subsektor industri itu diarahkan ke sistem perdagangan emisi karbon. Selanjutnya, Kemenperin akan mendorong adanya peta jalan dekarbonisasi untuk setiap lokasi produksi. Bukan sekadar dokumen, Apit ingin peta jalan ini terverifikasi secara sains, melibatkan ahli dalam penyusunannya.
Potensi Pembiayaan Hijau untuk Sektor Industri
Dengan menunjukkan bagaimana kondisi terkini dan target dekarbonisasi yang ambisius ke depannya, hasil peta jalan ini akan bermanfaat pula untuk mengisi celah pembiayaan.
Kemenperin akan berperan menjadi jembatan bagi para pelaku industri dan pemberi dana atau funders. Regulasi peta jalan dekarbonisasi itu akan bersifat wajib bagi industri. Untuk mencapai kewajiban tersebut, perlu ada akses finansial dan teknologi, yang mana keduanya masih jadi persoalan di lapangan.
Jika situasinya tidak diubah, tuntutan menjadi industri hijau hanya akan menurunkan daya saing dan membebankan sisanya pada konsumen.
Terkait pembiayaan, Kemenperin mengembangkan agregator pendanaan bernama Industrial Decarbonization and Competitiveness Facility. Pendanaan dari berbagai sumber akan dikumpulkan dalam platform tersebut.
“Contohnya saat ini, kami sudah mendapat komitmen dari World Bank US$600 juta,” ucap Apit.
Sementara untuk masalah teknologi, Apit memperkenalkan Green Industry Service Company (GISCO), solusi untuk penyediaan aksesnya. Bantuan yang diberikan mulai dari pre-assessment hingga implementasi teknologi. GISCO sekaligus jadi platform aggregator, menjembatani pelaku usaha, penyedia teknologi, dan pemberi pembiayaan hijau.
Namun, selain kedua masalah tersebut, masih banyak pelaku industri yang belum memiliki komitmen untuk beralih ke industri hijau. Masalah utamanya adalah komitmen pemimpin. Karena itu, perlu ada kesadaran dari para pelaku industri untuk meningkatkan komitmen dalam dekarbonisasi di sektornya masing-masing.
