Hashim: 90 Ribu Hektare Lahan Prabowo di Aceh Jadi Area Konservasi Gajah
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menggunakan 90 ribu hektare (ha) lahan pribadinya di Aceh untuk area konservasi gajah. Penggunaan lahan untuk area konservasi gajah tersebut bertujuan untuk melindungi lingkungan.
“Ada tempat bernama Takengon di Aceh, 90 ribu ha milik Prabowo (digunakan) untuk konservasi gajah. Ini benar-benar membuktikan komitmen,” kata Hashim dalam acara Indonesia Economic Summit 2026, Rabu (4/2).
Sebelum terjun ke dunia politik, Prabowo sebagai pengusaha memiliki lahan konsesi hutan tanaman industri (HTI) sebanyak 98 ribu ha.
Selain menyerahkan lahan pribadi, Prabowo juga mengalokasikan US$ 120 juta atau Rp 2 triliun untuk Kawasan Konservasi di Way Kambas, Lampung. Dana tersebut dialokasikan baik untuk konservasi, pengembangan, maupun pemeliharan Way Kambas.
Dia menyebut Way Kambas merupakan kawasan konservasi untuk Gajah Sumatra, Badak Sumatra, dan spesies binatang lainnya yang sudah terancam punah. Menurutnya, perbaikan pelestarian alam ini berasal dari dana negara, bukan dari pembiayaan donor.
Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga meningkatkan jumlah polisi khusus (polsus) kehutanan, dari yang awalnya 5 ribu orang menjadi 70 ribu personel untuk menjaga 57 taman nasional. Hashim mengatakan penambahan personel ini sangat vital bagi kelangsungan hidup planet bumi. Dalam 10-15 tahun terakhir, 4 juta hektare hutan lindung dan taman nasional di Indonesia telah diduduki secara ilegal.
Hutan lindung tersebut kemudian berubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Hashim menyebut hal ini dilakukan oleh pengusaha nakal. Pendudukan secara ilegal ini menandakan taman nasional di Indonesia tidak dilindungi secara maksimal.
Prabowo Kabulkan Permintaan Raja Inggris
Pada pertengahan 2025, Prabowo sudah pernah menyampaikan kronologi penyerahan 90 ribu ha lahannya untuk konservasi gajah. Hal ini bermula dari kelompok pecinta atau konservasi bernama World Wildlife Fund (WWF) yang mengirim permohonan pemanfaatan 10 ribu ha lahan dari konsesi tersebut sebagai kawasan perlindungan gajah.
Permintaan tersebut tidak langsung dipenuhi sesuai proposal. Prabowo justru menawarkan lahan dua kali lipat dari yang diajukan.
"Saya tidak setuju. Tidak akan saya kasih 10.000 hektare untuk kawasan gajah tersebut, saya akan kasih 20.000 hektare," kata Prabowo seperti dikutip dari Antara.
Kisah ini kemudian sampai kepada Raja Charles III di Inggris, yang merupakan salah satu pembina WWF. Prabowo mengatakan ia menerima surat ucapan terima kasih dari Raja Charles III, yang disampaikan langsung oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, di Istana Merdeka, Jakarta.
“Karena ada surat dari Raja Charles ini, saya (tambah) penyerahannya (menjadi) 90 ribu ha untuk kawasan perlindungan. Saya sisakan (punya saya) 8.000 ha," ujarnya.
