4 Orang Tewas karena Longsor di Bantargebang, KLH Segera Panggil Pengelola
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq segera memanggil pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang untuk merespons longsor gunung sampah yang menelan korban jiwa, pada Minggu (8/3).
Hanif mengatakan Deputi Penegakan Hukum (Gakum) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sedang melakukan penyidikan terhadap pengelola TPST Bantargebang sebelum terjadinya longsor sampah yang menyebabkan empat orang meninggal dunia.
"Apakah harus ada yang tanggung jawab? Mestinya iya. Jadi, TPST Bantargebang ini kan milik pemerintah Daerah Khusus Jakarta (DK). Tentu pemerintah DKJ harus bertanggung jawab," ujar Hanif, seperti dikutip Antara, Minggu (8/3).
Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, terdapat ancaman penjara dan denda terhadap pengelola kegiatan yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang dilampauinya terkait kriteria baku mutu kerusakan lingkungan, sehingga mengakibatkan luka berat atau kematian.
"Jadi karena ini sudah masa penyidikan dari Deputi Gakkum, kita akan segera memanggil kembali semua yang harus memang bertanggung jawab dalam konteks ini. Ini masalah jiwa, masalah raga ini tidak bisa dikuantifikasikan. Ini tentu harus menjadi titik pukul yang sangat mendalam," ujar Hanif.
Terkait longsor tersebut, Hanif menyatakan pemerintah akan terus berupaya melakukan pencarian untuk memastikan tidak ada lagi individu yang tertimbun akibat longsor sampah tersebut.
Sebelumnya, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta mengungkapkan data terbaru jumlah korban jiwa akibat longsor sampah di TPST Bantargebang adalah empat orang.
Dalam data yang dikonfirmasi pada Minggu pukul 22.00 WIB, keempat korban itu adalah pemilik warung Enda Widayanti dan Sumine serta dua sopir truk sampah bernama Dedi Sutrisno dan Irwan Suprihatin.
Longsor Bantargebang Akibat Hujan Lebat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan longsor di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat disebabkan hujan lebat dengan durasi yang lama. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan kronologi insiden longsor di Bantargebang terjadi pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.30 WIB.
"Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa lima unit truk sampah dan satu warung di sekitar lokasi," ujarnya.
Insiden tersebut menyebabkan sepuluh orang korban tertimbun sampah, lima di antaranya adalah warga setempat dan lima orang lainnya pengemudi truk sampah.
Empat orang yang telah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia sedangkan dua orang lainnya selamat. Tim SAR Gabungan terus mencari korban yang diduga tertimbun longsor, dengan bantuan 20 ekskavator.
