Ragam Makanan Warna-Warni untuk Mengurangi Dampak Mikroplastik dalam Tubuh

Ajeng Dwita Ayuningtyas
2 April 2026, 14:12
Sejumlah aktivis lingkungan membentangkan poster dan replika bayi saat aksi Plastic Free July 2025 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/7/2025). Aksi damai yang dilakukan komunitas MARAPAIMA dan ECOTON tersebut meminta pemerintah untuk segera menghentikan pr
ANTARA FOTO/Didik Suhartono/YU
Sejumlah aktivis lingkungan membentangkan poster dan replika bayi saat aksi Plastic Free July 2025 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/7/2025). Aksi damai yang dilakukan komunitas MARAPAIMA dan ECOTON tersebut meminta pemerintah untuk segera menghentikan produksi dan peredaran plastik sekali pakai serta mengajak masyarakat untuk mulai beralih ke gaya hidup bebas plastik dengan mendukung sistem isi ulang.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Tingginya konsumsi plastik dunia menyebabkan masifnya pencemaran mikroplastik dan nanoplastik. Berbagai laporan menunjukkan potongan-potongan kecil plastik tersebut ditemukan di udara, air, bahkan makanan yang dikonsumsi manusia. 

Partikel hasil penguraian produk plastik bisa mengandung ribuan bahan kimia, termasuk bisfenol A (BPA), Phthalates (Ftalat) dan Per- and Polyfluoroalkyl Substances (PFAS) yang dapat memicu risiko kesehatan serius. 

Beragam studi mengungkap, BPA dapat memengaruhi perkembangan otak dan perilaku, serta kesuburan. Ftalat bahkan diidentifikasi sebagai ‘racun reproduksi’, sementara PFAS dapat mengganggu metabolisme dan sistem kekebalan tubuh, fungsi hati, serta fungsi tiroid.

Ragam kampanye pun dilakukan organisasi-organisasi pemerhati lingkungan untuk mengurangi konsumsi plastik, demi menekan tebaran mikroplastik di lingkungan. 

Di tengah situasi darurat mikroplastik, studi menemukan antosianin yang terkandung dalam kacang-kacangan, buah, dan sayur warna-warni berkhasiat menangkal atau mengurangi risiko kesehatan dari mikroplastik.

Literatur ilmiah berjudul “Exploring the potential protective role of anthocyanins in mitigating micro/nanoplastic-induced reproductive toxicity: A steroid receptor perspective” mengungkap bahwa antioksidan bersama antosianin mampu mengurangi dampak berbahaya mikroplastik atau nanoplastik pada sistem reproduksi. 

Dalam literatur tersebut dijelaskan, senyawa ini dapat melindungi tubuh dari penurunan testosteron dan estrogen, penurunan jumlah dan kualitas sperma, disfungsi ereksi, serta kerusakan ovarium.

“Antosianin telah menunjukkan potensi efek perlindungan terhadap toksisitas terhadap reproduksi yang disebabkan oleh mikroplastik,” tulis para penulis literatur yang tergabung dalam Jaringan Pangan dan Kesehatan Finlandia-Tiongkok, dikutip pada Kamis (2/4).

Antosianin mampu membantu memulihkan produksi testosteron dengan melindungi sel leydig, sel yang bertanggung jawab terhadap produksi hormon testosteron. 

Sedangkan pada perempuan, mikroplastik dapat menyebabkan peradangan pada jaringan ovarium yang berdampak pada penurunan kadar estrogen dan hormon lainnya. Penelitian ini mengungkap, antosianin dapat melindunginya dari risiko-risiko tersebut.

“Sifat antioksidannya membantu menjaga fungsi ovarium dan berpotensi mempertahankan kesuburan, menyoroti potensi terapeutiknya dalam mengatasi kerusakan ovarium,” demikian tertulis dalam hasil risetnya.

Mengutip The Guardian, antosianin adalah antioksidan yang memberi warna cerah pada buah dan bunga. Antosianin banyak ditemukan dalam kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Misalnya pada blueberry, kubis merah, wortel hitam, dan kentang ungu.

Bila melansir EatingWell, blackberry, blackcurrant, elderberry, buah ceri, dan beras hitam bahkan memiliki kandungan antosianin lebih tinggi dibandingkan blueberry. 

Sederet Cara Menghindari Konsumsi Mikroplastik

Berbagai cara bisa dilakukan untuk mencegah konsumsi tak sengaja mikroplastik. Melansir The New York Times, cara-cara yang dimaksud antara lain dengan mengurangi konsumsi dari air kemasan plastik, menghindari menyimpan makanan dalam wadah plastik, serta tidak memanaskan makanan atau minuman dalam plastik.

Menghindari masuknya mikroplastik ke dalam tubuh juga dapat dilakukan dengan tidak menggunakan kembali plastik sekali pakai untuk makanan dan minuman, serta menggunakan alat masak berbahan kayu atau bambu. 

Cara lainnya, memanfaatkan filter air, rutin membersihkan ruangan dari debu untuk mengurangi mikroplastik di udara, serta membersihkan alat makan dan masak berbahan plastik secara manual. Sebab, suhu mesin pencuci piring rentan merusak plastik dan menyebabkan pelepasan mikroplastik.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...