Badan Meteorologi Dunia Sebut Lapisan Ozon Mulai Pulih, Penipisan Berkurang

Ajeng Dwita Ayuningtyas
15 Juni 2026, 15:18
lapisan ozon, NASA, WMO
Katadata/Hari Widowati/Chatgpt
Ilustrasi. Satelit NASA memeriksa lapisan ozon.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Edisi ketiga Buletin Ozon dan UV World Meteorological Organization (WMO) mengungkap, penipisan lapisan ozon terjadi dalam skala rendah pada 2024 dan tercatat lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain faktor alami, lembaga tersebut menilai perkembangan positif ini adalah hasil kerja sama internasional untuk melindungi lapisan ozon.  

Buletin yang dirilis saat Hari Ozon Sedunia pada 2025 itu menyebut, total lapisan ozon stratosfer lebih tinggi di sebagian besar wilayah dunia. Stratosfer merupakan tempat lapisan ozon menyerap sinar ultraviolet. Dalam artian, lapisan ini berperan penting melindungi makhluk hidup dari paparan sinar tersebut. 

Kedalaman lubang ozon di Antartika – muncul setiap musim semi – pada 2024 misalnya, berada di bawah rata-rata pada 1999-2020 dengan defisit massa ozon (OMD) maksimum sebesar 46,1 juta ton pada 29 September 2024.

Ukuran lubang ozon itu lebih kecil dari lubang ozon pada 2020 dan 2023. Sepanjang September 2024, kemunculan lubang ozon dan penipisannya relatif lebih lambat. Setelah mencapai defisit maksimum, lapisan ozon akan kembali pulih dengan relatif cepat.

“Kemunculan yang lebih lambat ini mengindikasikan lubang ozon Antartika mulai mengalami pemulihan awal,” demikian tertulis dalam buletin tersebut.

WMO menilai ada kontribusi besar dari Konvensi Wina dan Protokol Montreal untuk menekan penipisan lapisan ozon. 

“Saat ini lapisan ozon sedang pulih. Pencapaian ini mengingatkan kita bahwa ketika negara-negara memperhatikan peringatan sains, kemajuan dimungkinkan,” kata Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres.

Protokol Montreal dan Upaya Penghapusan Zat Perusak Ozon

Konvensi Wina pada 1985 telah melahirkan Protokol Montreal, sebuah perjanjian global untuk melindungi lapisan ozon bumi secara bertahap, dengan menghapus senyawa kimia yang menipiskan ozon. Perjanjian ini mulai berlaku sejak 1989 dan dinilai menjadi salah satu perjanjian iklim global paling sukses.

Protokol Montreal mendorong penghapusan bertahap lebih dari 99% produksi dan konsumsi zat perusak ozon, misalnya yang digunakan dalam fasilitas pendinginan, pendingin ruangan, busa pemadam kebakaran, hingga hairspray. 

Perubahan dalam Protokol Montreal atau tepatnya Amandemen Kigali (2016), kemudian mendorong negara-negara untuk mengurangi hidrofluorokarbon, gas rumah kaca sangat kuat yang banyak digunakan untuk menggantikan zat perusak ozon. Pasalnya, zat ini tetap berkontribusi sebagai penyebab perubahan iklim dan tak menjawab persoalan. 

Dengan amandemen yang telah diratifikasi oleh 164 pihak hingga saat ini, pengurangan emisi berjalan sesuai jadwal yang disepakati. Harapannya, mampu mencegah kenaikan suhu global hingga 0,5 derajat pada akhir abad ini. 

Gerakan global ini menempatkan lapisan ozon pada jalur yang tepat untuk pulih ke tingkat 1980-an pada abad ini. Secara signifikan berperan mengurangi risiko kanker kulit, katarak, dan kerusakan ekosistem akibat paparan sinar ultraviolet secara berlebih.

“Penelitian ilmiah WMO tentang lapisan ozon telah berlangsung selama beberapa dekade. Penelitian ini didasari oleh kepercayaan, kolaborasi internasional, dan komitmen terhadap pertukaran data yang bebas, semua berlandaskan pada perjanjian lingkungan paling sukses di dunia,” ujar Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo.

Meskipun demikian, Ketua Kelompok Penasihat Ilmiah WMO Matt Tully mengatakan, perjalanan ini belum selesai. Masih ada hal-hal yang diupayakan dunia untuk terus memantau secara sistematis dan cermat terhadap ozon stratosfer, zat perusak ozon, dan zat penggantinya. 

“Melindungi lapisan ozon atau sama dengan melindungi kesehatan manusia, lingkungan, dan pertanian, memungkinkan kemajuan signifikan dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB,” ujar Matt.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...