Tiga Dekade Mengabdi, Gajah Jinak Indra di Taman Nasional Way Kambas Mati

Ajeng Dwita Ayuningtyas
27 Juni 2026, 07:00
Gajah Indra semasa hdupnya membantu konservasi di Taman Nasional Way Kambas
Kementerian Kehutanan
Gajah Indra semasa hdupnya membantu konservasi di Taman Nasional Way Kambas
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menyampaikan kabar duka atas kematian gajah jinak bernama Indra, yang sudah lebih dari tiga dekade mengawal upaya konservasi gajah sumatra di Provinsi Lampung. 

Gajah jantan berusia 42 tahun itu berasal dari Desa Karang Sari, Lampung Timur, dan bergabung dengan Pusat Latihan Gajah TNWK sejak 1995. 

Kematian Indra disinyalir akibat kondisi kesehatan yang kian menurun sejak terlibat kecelakaan usai membantu penanganan konflik satwa di Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan. 

Kepala Balai TNWK MHD. Zaidi menganggap Gajah Indra lebih dari satwa binaan, melainkan bagian dari sejarah panjang konservasi gajah sumatra di Way Kambas.

"Dedikasinya dalam berbagai kegiatan lapangan dan penanganan konflik satwa liar telah memberikan kontribusi nyata," ujar Zaidi, dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (26/6).

Gajah Indra dikenal dengan karakternya yang kuat, tangguh, dan berani. Indra terlibat di berbagai operasi krusial di lapangan, mulai dari evakuasi gajah liar, patroli perlindungan kawasan, hingga mitigasi berbagai konflik satwa dan manusia di Lampung. 

Kondisi kesehatan Indra terpantau menurun sejak 2017, usai terlibat dalam kecelakaan. Saat itu, kendaraan yang membawanya mengalami kecelakaan lalu lintas dan mengakibatkan trauma fisik serius pada Indra. Hasil pemeriksaan medis menduga adanya gangguan pada ruas tulang belakang (suspect ruptur os vertebrae), yang secara bertahap memengaruhi gerak dan kesehatannya.

Sejak cedera, Indra dipensiunkan dari tugas di lapangan. "Tim dokter hewan dan perawat satwa di TNWK memberikan perawatan intensif, terapi, serta pemantauan harian untuk menjaga kualitas hidupnya. Namun kondisi fisiknya terus menurun seiring bertambah ya usia," ujar Zaidi.

Kronologi Kematian Gajah Indra

Pada Minggu (21/6) sore, Gajah Indra menjalani aktivitas rutin mandi di area rawa. Ketika hendak diarahkan naik untuk kembali menuju kandang, Indra tiba-tiba ambruk dan tak mampu berdiri. 

Upaya darurat segera dilakukan mahout Siswo bersama tim rescue dan bantuan gajah jinak lainnya. Meski sempat didudukkan selama beberapa menit, Indra kembali rebah akibat terlalu lemah. 

Mengingat kondisi Indra yang lemah ditambah medan rawa menyulitkan evakuasi ke fasilitas medis utama, penyelamatan darurat secara intensif dilakukan tim dokter hewan di lokasi. 

Setelah berjuang selama lebih dari 20 jam, Gajah Indra dinyatakan mati pada Senin (22/6) pukul 11.06 WIB. 

Sesuai standar operasional prosedur medis dan pemenuhan akuntabilitas ilmiah, tindakan nekropsi dilakukan tiga jam setelah kematian Indra. Sejumlah sample organ telah diambil untuk analisis laboratorium lebih lanjut guna mendapatkan data komprehensif tentang faktor klinis penyebab kematian. 

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, Gajah Indra dimakamkan di lokasi khusus di TNWK. 

"Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian Gajah Indra selama hidupnya," ucap Zaidi.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...