Kebakaran di Kawasan Konservasi Orangutan Tanjung Puting, 3.000 Ha Hangus

Ajeng Dwita Ayuningtyas
14 September 2026, 12:22
orangutan, kebakaran hutan, Kalimantan, Tanjung Puting
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YU
Ilustrasi orangutan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kebakaran melanda kawasan konservasi orangutan pertama di Indonesia, Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Berdasarkan data terakhir, kebakaran telah merambah 3.105,47 hektare kawasan tersebut. 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan bahwa orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting masih terpantau aman. 

“Berdasarkan pendataan tim saat ini, orangutan masih terpantau aman karena area yang terbakar berada sekitar lima kilometer dari habitat utamanya,” kata Ristianto kepada Katadata, pada Sabtu (12/9) sore.

Meski begitu, dia menjelaskan, pemantauan akan terus dilakukan seiring berkembangnya kebakaran. Dampak kebakaran terhadap satwa lainnya juga belum diketahui secara pasti. 

“Kami belum memiliki angka terverifikasi mengenai satwa lain yang terdampak, termasuk bekantan, maupun rincian flora ikonik yang terdampak,” ujarnya. 

Ristianto menyatakan fokus Kementerian Kehutanan saat ini adalah untuk memadamkan api, mencegah perluasan kebakaran, serta menjaga keselamatan masyarakat, petugas dan satwa liar. 

Pemadaman dilakukan oleh Balai Taman Nasional Tanjung Puting dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kalimantan, bersama dengan TNI, Polri, mitra konservasi, perusahaan setempat, masyarakat peduli api, dan pelaku wisata. 

Sabtu lalu, satu regu beranggotakan 15 personel dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta, dan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu dijadwalkan berangkat ke Kalimantan untuk membantu penanganan kebakaran. 

“Balai Taman Nasional Tanjung Puting juga telah mengajukan permohonan dukungan water bombing kepada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” ucap Ristianto. 

Dia mengungkap, akses yang sulit, vegetasi hutan rawa dan semak belukar yang kering, area berupa lahan gambut, serta keterbatasan sarana prasarana ditambah angin kencang, membuat upaya pemadaman tidak mudah dilakukan. 

“Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam menentukan strategi pemadaman,” ucapnya. 

Mengenai penyebab kebakaran, Ristianto mengatakan, cuaca kering dapat mempercepat penyebaran api di vegetasi yang juga kering. Namun, sumber nyala api masih perlu dipastikan.

Salah Satu Taman Nasional Tertua di Indonesia

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan salah satu taman nasional tertua di Indonesia, yang ditetapkan untuk penyelamatan ekosistem hutan rawa dan rawa gambut, sekaligus penyelamatan spesies unggulan orangutan dan bekantan. Luas kawasan konservasi ini mencapai 412.548,24 hektare di Kalimantan Tengah. 

Tak hanya orangutan dan bekantan, beberapa spesies kunci juga ada di Taman Nasional Tanjung Puting, termasuk penyu sisik. Kekayaannya membuat taman nasional ini banyak dikenal di level dunia. 

Di samping itu, 408.286 hektare atau 98,9 persen kawasan Taman Nasional Tanjung Puting juga ditetapkan sebagai situs ramsar pada 2013. Area tersebut menjadi representasi kawasan lahan basah paling penting di Kalimantan Tengah. Fungsinya, sebagai reservoir air, juga menjaga proses hidrologi, biologi, dan ekologi ekosistem di dalamnya. 

UNESCO pun telah menetapkan kawasan konservasi ini sebagai Cagar Biosfer atau pengelolaan kawasan untuk melindungi ekosistem, sekaligus mengintegrasikan manusia untuk pembangunan ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...