Nasib Orangutan Kalimantan Terdesak Keluar Habitat karena Kebakaran Hutan

Ajeng Dwita Ayuningtyas
16 Oktober 2026, 17:17
orangutan, karhutla, kebakaran hutan, orangutan Kalimantan
ANTARA FOTO/HO/YIARI/Muffidz Ma
Orangutan jantan dewasa bernama Sampurna mendapat bantuan oksigen setelah ditemukan lemas di perkebunan sawit milik warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang, Kalimantan Barat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Orangutan Kalimantan semakin berada di kondisi memprihatinkan belakangan. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian mendesak mereka keluar dari habitatnya, sementara yang lain menjadi korban di dalam habitatnya yang bahkan mendapat label konservasi sekalipun.

Mengutip Antara, jasad orangutan ditemukan mengambang di Sungai Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (10/10). Informasi tersebut mulanya dipublikasikan oleh akun Instagram @infopbun. Lokasi temuan berada dekat dengan Sungai Sekonyer di Taman Nasional Tanjung Puting – yang tengah membara dilalap api karhutla. 

Sementara itu, pada Rabu (14/10), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI), dan Komunitas Animal Rescue Sampit telah mengevakuasi satu individu orangutan betina dari kawasan bekas karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Ini merupakan evakuasi satwa liar yang kesekian kalinya imbas karhutla. Kementerian Kehutanan mencatat, setidaknya hingga 8 Oktober 2026, sebanyak 290 individu satwa liar terdampak karhutla telah ditangani. Dari jumlah tersebut, 96 di antaranya merupakan orangutan Kalimantan.

Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, menjelaskan bahwa tim tidak menemukan sarang orangutan di sekitar lokasi. Sebab itu, tim menduga orangutan ini tengah melintas untuk mencari makan setelah habitat lamanya dikepung api kebakaran. 

“Orangutan saat terdesak kebakaran akan berpindah ke tempat yang lebih baik. Kami menduga kuat orangutan tadi mencari makan dan terlihat oleh warga, kemudian dilaporkan kepada petugas BKSDA,” ujarnya, dikutip dari Antara. 

Temuan Tengkorak Orangutan di Kawasan Konservasi Perusahaan

Di tengah kabar terdesaknya orangutan kalimantan akibat karhutla, tengkorak diduga orangutan kalimantan ditemukan warga pada Kamis (8/10), di areal bernilai konservasi tinggi (HVC) di perkebunan kelapa sawit milik PT KAL, Ketapang, Kalimantan Barat.

Kementerian Kehutanan mengungkap, tim gabungan telah mengevakuasi temuan tersebut serta mengumpulkan bahan dan keterangan terhadap sejumlah pihak, termasuk pihak perusahaan.

Tim gabungan melibatkan Balai Penegakan Hukum Kehutanan wilayah Kalimantan, BKSDA Kalimantan Barat, DLHK Kalimantan Barat, juga tim dokter hewan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Manajemen PT KAL turut mendampingi.

Hingga rilis informasi terbaru, Kementerian Kehutanan belum menyampaikan penyebab kematian satwa tersebut. Meskipun begitu, pemeriksaan forensik disiapkan untuk memastikan jenis satwa, memperkirakan waktu dan penyebab kematian, serta mendalami kemungkinan adanya tindak pidana. 

Area HVC mestinya memiliki nilai penting bagi perlindungan keanekaragaman hayati. Keberadaannya di dalam konsesi perkebunan merupakan cara untuk menjaga habitat dan ruang jelajah satwa liar di tengah aktivitas pemanfaatan lahan. 

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan, setiap pelaku usaha yang wilayah kerjanya bersinggungan dengan habitat satwa liar bertanggung jawab menjaga fungsi perlindungan keanekaragaman hayati sesuai ketentuan berlaku.

“Kami memberi ruang kepada proses penyelidikan dan pemeriksaan ilmiah untuk mengungkap fakta secara objektif. Apabila kemudian ditemukan pelanggaran, negara akan tegas mengambil langkah hukum sesuai dengan fakta dan bentuk pelanggarannya,” ujar Januanto.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...