International Institute for Sustainable Development (IISD) menilai Indonesia perlu pendekatan reformasi subsidi yang bertahap dan dikomunikasikan lebih baik.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan Indonesia akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir dengan total kapasitas 7 GW dalam delapan tahun ke depan.