Skotlandia Berhasil Produksi EBT Lebih Besar dari Konsumsi Listriknya
Data dari Pemerintah Skotlandia menunjukkan bahwa negara tersebut telah memproduksi energi hijau lebih besar dari kebutuhan listrik di wilayah tersebut pada 2022. Sekretaris Energi Skotlandia, Neil Gray, mengatakan energi hijau tersebut berasal dari pembangkit listrik tenaga bayu atau angin (PLTB) dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Gray menuturkan, energi yang dihasilkan setara dengan 113 % dari konsumsi listrik kotor Skotlandia. Ini 26 % lebih banyak dari tahun 2021.
Dia mengatakan kondisi tersebut terjadi saat konsumsi listrik Skotlandia turun 4 persen menjadi 22.040 gigawatt. Pemerintah Skotlandia tengah menggenjot produksi energi hijaunya untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik wilayahnya dan negara lain.
"Untuk pertama kalinya Skotlandia telah menghasilkan lebih banyak listrik terbarukan daripada yang dikonsumsinya, menunjukkan potensi besar ekonomi hijau Skotlandia," kata Gray.
Gray mengatakan, capaian ini membuat Skotlandia memiliki keterampilan dalam mengelola pembangkit tenaga listrik energi terbarukan global. Skotlandia berencana mengekspor listrik hijau tersebut ke negara lain.
"Ambisi tersebut mendukung pekerjaan di Skotlandia dan ambisi dekarbonisasi mitra kami,” ucapnya.
Gray mengatakan, energi terbarukan tumbuh signifikan sehingga bisa menciptakan sistem energi ramah iklim yang menyediakan pasokan energi yang terjangkau, tangguh, dan bersih untuk rumah tangga, bisnis, dan komunitas Skotlandia.
Gray mengatakan, pemerintah Skotlandia tengah mempersiapkan penertiban strategi industri hijaunya dan langkah-langkah yang akan diambil. Ini untuk memaksimalkan manfaat yang dapat diberikan oleh sumber daya alam Skotlandia yang melimpah dalam menciptakan lapangan kerja dan peluang baru di seluruh negeri.
Namun, Gray menuturkan, kemajuan energi terbarukan (EBT) di Skotlandia sedang diperlambat oleh isu-isu seperti kapasitas jaringan dan kurangnya mekanisme pasar untuk penyimpanan hidro yang dipompa. Selain itu, saat ini Skotlandia tengah meminta Pemerintah Inggris agar mengucurkan lebih banyak dana untuk meningkatkan kemajuan di sektor energi terbarukan.
"Itulah sebabnya kami membutuhkan investasi mendesak dari pemerintah Inggris sekarang dan komitmen yang lebih konsisten terhadap industri di tahun-tahun mendatang," kata Gray.
