Cina Bangun Proyek PLTN Zhangzhou Tahap II

Hari Widowati
23 Februari 2024, 08:57
Ilustrasi PLTN Zhangzhou di Cina
Xinhua News
Cina memulai pembangunan tahap kedua dari proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zhangzhou dengan menggunakan reaktor Hualong One.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Cina memulai pembangunan tahap kedua dari proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zhangzhou dengan menggunakan reaktor Hualong One. Reaktor ini merupakan reaktor generasi ketiga yang dikembangkan sendiri oleh Cina, di Kota Zhangzhou, Provinsi Fujian, Cina timur.

Melansir laporan Xinhua,  China National Nuclear Corporation (CNNC) menyatakan empat unit pertama Hualong One telah selesai dibangun dan mulai beroperasi. Proyek pembangkit listrik tenaga nuklir Zhangzhou dirancang untuk terdiri atas enam unit pembangkit listrik tenaga nuklir, yang masing-masing memiliki kapasitas pembangkit listrik sebesar 1 juta kilowatt.

Reaktor Hualong One dirancang oleh dua raksasa tenaga nuklir, yakni China General Nuclear Power Group dan CNNC.

Menurut CNNC, setiap unit reaktor nuklir Hualong One menghasilkan lebih dari 10 miliar kilowatt-jam listrik per tahun. Produksi listrik PLTN itu dapat memenuhi permintaan produksi tahunan dan kebutuhan listrik domestik untuk satu juta orang di negara-negara yang cukup maju.

Proyek PLTN Zhangzhou tahap II merupakan salah satu dari dua proyek PLTN yang disetujui pemerintah Cina pada 2022 dengan penekanan pada jaminan keamanannya.

Persetujuan untuk pembangunan tahap II PLTN Zhangzhou di Provinsi Fujian, Cina Timur dan tahap pertama PLTN Lianjiang di Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, diberikan dalam pertemuan Dewan Negara Tiongkok. Dewan Negara Tiongkok adalah kabinet de facto negara tersebut, yang diketuai oleh Perdana Menteri Li Keqiang.

Mengutip laporan Kantor Berita Anadolu, data Badan Tenaga Atom Internasional menyebut Cina memiliki 47 unit tenaga nuklir yang sudah beroperasi dan 11 unit tenaga nuklir yang sedang dibangun.

"Keamanan mutlak dari proyek-proyek tenaga nuklir harus dipastikan," demikian pernyataan pemerintah Cina, seperti dikutip Xinhua. Tenaga nuklir menyumbang 4,88% dari total bauran listrik di negara ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...