Tren Investasi PLTS Diprediksi Meningkat, Bank Berlomba Berikan Pembiayaan Hijau

Image title
5 Agustus 2024, 12:27
Petugas memeriksa panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (1/8/2024). PLTS IKN yang saat ini telah beroperasi dengan kapasitas 10 MW itu akan memasok 100 persen kebutuhan listrik untuk upacara
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.
Petugas memeriksa panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (1/8/2024). PLTS IKN yang saat ini telah beroperasi dengan kapasitas 10 MW itu akan memasok 100 persen kebutuhan listrik untuk upacara peringatan HUT Ke-79 RI di IKN.

Ringkasan

  • Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) menyatakan tren investasi pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) diprediksi akan meningkat karena adanya kepercayaan dari lembaga keuangan untuk memberikan pembiayaan.
  • Peningkatan tren investasi ini didukung oleh penetapan kuota PLTS periode 2024-2028 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan kuota yang meningkat setiap tahun dari 901 megawatt (MW) pada 2024 hingga 1.593 MW pada 2028.
  • AESI optimis dengan adanya penetapan kuota, lembaga keuangan menjadi lebih percaya diri untuk membiayai proyek PLTS, serta menyebut bahwa kuota untuk tahun 2024 saja diperkirakan bisa terpenuhi dalam waktu enam bulan karena tingginya minat masyarakat.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) memprediksi tren investasi pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari, mengatakan tren investasi tersebut dapat dilihat dari adanya kepercayaan lembaga keuangan baik bank maupun non bank untuk memberikan pembiayaan hijau kepada anggota AESI.

"Tren investasi akan meningkat dilihat dari anggota AESI yang saat ini sudah mendapatkan pembiayaan cukup besar. Belum lagi saat ini AESI di Approach lembaga keuangan untuk bekerjasama dalam hal pembiayaan PLTS," ujar Mada saat dikonfirmasi Katadata, Senin (5/8).

Mada mengatakan, peningkatan tren investasi juga didukung penetapan kuota PLTS periode 2024-2028 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Seperti diketahui, penetapan kuota tersebut tercantum dalam Keputusan Dirjen Ketenagalistrikan Nomor 279.K/TL.03/DJL.2/2024 tentang Kuota Pengembangan Sistem PLTS Atap PLN Tahun 2024-2028.

Keputusan ini mengatur penetapan kuota yang terbagi menjadi 11 klaster daerah dengan besaran kuota yang meningkat setiap tahun. Pada 2024, kuota PLTS Atap ditetapkan sebesar 901 megawatt (MW), 2025 sebesar 1.004 MW, 2026 sebesar 1.065 MW, 2027 sebesar 1.183 MW, dan 2028 sebesar 1.593 MW.

"Saat ini dengan ada kuota PLTS atap memberikan konfiden kepada lembaga keuangan untuk membiayai proyek tersebut," ujarnya.

Pada 2025, dia berharap, pemerintah memberikan kuota yang lebih besar atau setidaknya sama dengan 2024. Pasalnya, ia menyebut bahwa animo yang sangat tinggi dari masyarakat untuk membangun PLTS.

Mada mengatakan, kuota yang telah diberikan pemerintah pada 2024 sebesar 901 megawatt (MW) dapat terpenuhi dalam waktu enam bulan saja. "Kalau mengikuti kuota saat ini terpasang dalam waktu 6 bulan," ujarnya.

Reporter: Djati Waluyo

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...