PLN IP Targetkan Tambah Kapasitas Pembangkit EBT 2,4 GWh Lewat Dua Proyek

Image title
18 Februari 2025, 12:27
Petugas memeriksa panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (1/8/2024). PLTS IKN yang saat ini telah beroperasi dengan kapasitas 10 MW itu akan memasok 100 persen kebutuhan listrik untuk upacara
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.
Petugas memeriksa panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (1/8/2024). PLTS IKN yang saat ini telah beroperasi dengan kapasitas 10 MW itu akan memasok 100 persen kebutuhan listrik untuk upacara peringatan HUT Ke-79 RI di IKN.

Ringkasan

  • PLN IP berencana menambah kapasitas pembangkit EBT sebesar 2,4 GWh hingga 2035 melalui dua mega proyek, Hijaunesia dan Hydronesia. Proyek ini didominasi oleh pembangkit listrik tenaga surya.
  • Hijaunesia Project memiliki total kapasitas 1.055 MW, terdiri dari PLTS dan PLTB, sementara Hydronesia Project berfokus pada PLTA dengan kapasitas 1.345 MW. Kedua proyek ditargetkan rampung bertahap pada 2035.
  • PLN IP juga aktif mencari investor global untuk mempercepat pengembangan EBT di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mendukung pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission pada 2060.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menargetkan akan menambah kapasitas listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) sebesar 2,4 gigawatt hour (GWh) secara bertahap sampai dengan 2035. Direktur Utama PLN IP, Edwin Nugraha Putra, mengatakan tambahan kapasitas pembangkit EBT berasal dari dua mega proyek yaitu Hijaunesia dan Hydronesia.

 "Pengembangan EBT merupakan sebuah keharusan sebagai bentuk komitmen kami dalam melaksanakan transisi energi untuk membantu Pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission pada 2060," ujar Edwin dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (18/2).

 Edwin mengatakan, dua proyek andalan pengembangan EBT milik PLN IP yaitu Hijaunesia Project dengan total kapasitas 1.055 megawatt (MW). Proyek tersebut terdiri dari 12 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan 1 pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB).

 "PLN Indonesia Power akan mengembangkan pembangkit listrik EBT dengan kapasitas hingga 2,4 GWh hingga 2035, project ini didominasi pembangkit listrik tenaga surya," ujarnya.

Selain Hijaunesia, PLN IP juga memiliki program pengembangan EBT Hydronesia Project dengan total kapasitas 1.345 MW, pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) ini direncanakan akan rampung secara bertahap di 2035.

 Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga Bernadus Sudarmanta mengatakan selain Hijaunesia dan Hydronesia, PLN IP juga berusaha menggaet investor untuk menjalankan proyek tersebut.

 "Melalui forum ini, PLN Indonesia Power terus berupaya untuk menggaet investor global untuk mengakselerasi EBT di Indonesia," tutur Bernadus.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Djati Waluyo

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...