Trina Mas Agra, Pabrik Panel Surya Terbesar di Indonesia Siap Beroperasi

Hari Widowati
20 Juni 2025, 07:35
pabrik, panel surya, energi bersih
Dok. TMAI
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan pabrik panel surya terbesar di Indonesia PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), di Kawasan Industri Kendal, pada Kamis (19/6).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan pabrik panel surya (solar panel) terintegrasi pertama dan terbesar di Indonesia, PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), di Kawasan Industri Kendal. Pabrik sel dan modul surya terintegrasi milik Trina Solar Co Ltd, PT Daya Sukses Makmur Selaras (Grup Sinar Mas), dan PT PLN Indonesia Power Renewable ini akan memperkuat transisi energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Wakil Direktur Utama TMAI Lokita Prasetya mengungkapkan, pembangunan pabrik tersebut menelan investasi lebih dari Rp 1,5 triliun. Pabrik tersebut akan menyerap hingga 640 tenaga kerja dan menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas tenaga kerja, khususnya di teknologi produksi sel surya dan modul.

"Pabrik ini telah siap beroperasi dan menggunakan teknologi i-TOPCon Advanced, generasi terbaru yang mampu menghasilkan panel surya dengan daya hingga 720 Wp per panel dan efisiensi tertinggi di kelasnya mencapai 23,2%," ujar Lokita, di Kendal, Kamis (19/6).

Pabrik sel dan modul surya TMAI saat ini mampu memproduksi hingga 1 Gigawatt (GW), menjadikannya pabrik panel surya terbesar di Indonesia. Pabrik sel dan modul surya ini juga bisa menghasilkan salah satu panel surya terbesar di dunia.

"Kami mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia mengawal transisi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), lewat pemanfaatan tenaga surya," ujar Managing Director Sinar Mas Ferry Salman. Ia berharap momentum positif ini dapat terus terjaga agar ekosistem industri panel surya nasional dapat tumbuh mandiri dan daya saingnya semakin meningkat.

Kurangi Ketergantungan Impor

Pabrik TMAI diharapkan bisa berdampak positif terhadap perkembangan energi bersih di Indonesia. Pabrik ini juga akan mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen industri energi di Indonesia.

Direktur TMAI Ooi Kok Tiong mengatakan pabrik ini juga dimaksudkan untuk mempercepat hilirisasi industri, termasuk penciptaan ekosistem energi surya dalam negeri dan rantai pasoknya.

"Pabrik ini juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 8% per tahun, menghasilkan sekitar Rp 3,7 triliun pada masa investasi dan Rp 1 triliun per tahun pada masa operasional," ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran pabrik TMAI memberikan dampak positif yang luas bagi negara, dengan mendukung program transisi energi, pengembangan ekonomi hijau, hingga memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Pendirian pabrik sel dan modul surya terintegrasi in bukan sekadar investasi di bidang teknologi. Pabrik ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem energi bersih nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...