Federasi Industri Surya Jerman Tolak Usul Pengakhiran Subsidi

Ajeng Dwita Ayuningtyas
13 Agustus 2025, 11:33
Jerman, energi bersih, energi surya
Katadata
Ilustrasi panel surya
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Federasi industri tenaga surya Jerman menolak rencana menteri ekonomi negara tersebut untuk mengakhiri subsidi untuk sistem fotovoltaik atap baru. Alasannya, penarikan dukungan untuk instalasi kecil akan membahayakan tujuan iklim negara tersebut.

Menteri Ekonomi Jerman, Katherina Reiche, dalam wawancara dengan surat kabar Augsburger Allgemeine, mengatakan sistem atap kecil baru, yang terutama bermanfaat bagi rumah tangga pribadi, tidak lagi memerlukan pendanaan publik.

"Sistem PV (photovoltaic) kecil sudah menguntungkan di pasaran saat ini dan tidak memerlukan subsidi apa pun," ujar Reiche, seperti dikutip Reuters.

Reiche menambahkan, operator sistem juga dapat menanggung sebagian biaya perluasan jaringan untuk mengakomodasi peningkatan pembangkit listrik tenaga surya.

Namun, Ketua Federasi Industri Surya Jerman, Carsten Koernig, mengatakan subsidi tersebut memberikan jaminan yang diperlukan bagi bank-bank pembiayaan. Tanpa hal tersebut, hanya empat dari sepuluh pelanggan yang masih berminat membeli sistem tenaga surya untuk rumah mereka.

"Subsidi tersebut jelas telah memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan," kata Koernig kepada Reuters, dikutip pada Rabu (13/8).

Ketika pemerintah berupaya memenuhi target pembangkitan listrik terbarukan, pemerintah perlu memanfaatkan kapasitas panel surya atap dengan membuatnya lebih menarik bagi produsen kecil, kata perusahaan energi terbarukan Enpal yang berpusat di Berlin. 

"Yang tidak perlu diragukan lagi adalah bahwa hal ini memerlukan kerangka regulasi yang dapat diandalkan," kata seorang juru bicara Enpal kepada Reuters.

Kondisi Ekonomi dan Politik Jerman Jadi Faktornya

Usulan Reiche untuk mengurangi subsidi muncul saat sektor energi surya menghadapi perlambatan permintaan akibat kenaikan suku bunga, perubahan iklim politik, dan ketidakpastian ekonomi secara umum.

Hal ini juga bertentangan dengan kebijakan yang disepakati antara partai konservatif CDU pimpinan Reiche dan mitra pemerintahannya, The Social Democrat (Partai Sosial Demokrat). 

Menurut juru bicara kebijakan energi Partai Sosial Demokrat, keduanya membentuk aliansi awal tahun ini.

"Kami sepakat dalam perjanjian koalisi bahwa kami ingin menjadikan rumah tangga sebagai pelaku dalam penyediaan energi mereka sendiri," ujar Nina Scheer, "Kita sekarang membutuhkan kemajuan dalam perluasan penyimpanan, bukan ketidakpastian,” tambahnya.

Subsidi feed-in diperkenalkan 25 tahun lalu untuk membantu perluasan sektor tenaga surya. Hal ini dilakukan dengan menyediakan harga terjamin bagi produsen energi terbarukan yang menjual listriknya ke dalam jaringan.

Sektor tersebut telah membantu Jerman menuju sasarannya memenuhi 80% kebutuhan konsumsi listriknya dengan sumber terbarukan pada tahun 2030.

Namun, ekonomi terbesar Eropa itu tengah berjuang untuk tumbuh setelah dua tahun berturut-turut mengalami kontraksi. Keuangan pemerintah tengah berada di bawah tekanan, karena berupaya meningkatkan belanja pertahanan, menghidupkan kembali industri, dan memperbarui infrastruktur yang menua.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...