Amerika Serikat Tambah 33 GW Energi Surya, Texas Jadi Kontributor Utama
Laporan Badan Informasi Energi (EIA) memperkirakan Amerika Serikat (AS) akan menambah kapasitas energi surya sebesar 33 gigawatt (GW) sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut mewakili sekitar setengah dari total kapasitas pembangkit listrik baru yang direncanakan di negara tersebut tahun ini.
Dilansir dari Reuters, EIA mengungkapkan jika seluruh rencana tersebut berjalan sesuai target, penambahan kapasitas pembangkit tenaga surya skala besar di AS akan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Selain itu, pembangunan fasilitas penyimpanan energi berbasis baterai yang berfungsi menyimpan listrik dari tenaga surya dan sumber energi lainnya juga diproyeksikan mencapai rekor baru. Selain energi surya, peningkatan kapasitas pembangkit listrik di AS tahun ini berasal dari tenaga angin dan pembangkit berbahan bakar gas.
Energi surya kini menjadi komponen penting dalam strategi dekarbonisasi sejumlah negara bagian di AS. Sebagai sumber energi yang tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca, teknologi ini dinilai krusial dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat khususnya dari sektor teknologi dan industri yang tengah berkembang pesat.
Namun, masa depan energi surya di AS tidak lepas dari tantangan. Beberapa insentif finansial dari pemerintah federal yang selama ini mendorong pertumbuhan sektor ini diperkirakan akan dihentikan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, menimbulkan ketidakpastian terhadap kelanjutan pengembangan teknologi energi bersih tersebut.
Texas Lampaui California
Texas tercatat sebagai negara bagian AS dengan kontribusi tertinggi dalam pengembangan energi surya skala besar tahun ini. Tahun lalu, Texas melampaui California dalam hal kapasitas energi surya terpasang, menyumbang lebih dari seperempat dari total kapasitas yang telah dikembangkan hingga pertengahan 2025.
Hingga akhir tahun ini, Texas masih berencana menambah sekitar 9,7 GW kapasitas tenaga surya, atau hampir setengah dari total kapasitas baru yang direncanakan secara nasional dalam periode tersebut.
Faktor-faktor seperti kondisi cuaca yang cerah, ketersediaan lahan yang luas, serta lonjakan kebutuhan listrik menjadikan Texas sebagai pusat pertumbuhan energi surya di Amerika Serikat.
