Ilmuwan Kritik Dampak Peluncuran Roket Terhadap Pemanasan Global

Image title
22 Agustus 2025, 17:17
Peluncuran Satelit Merah Putih 2
Telkom
Peluncuran Satelit Merah Putih 2
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ilmuwan mengkritik polusi udara yang disebabkan oleh peluncuran roket ke luar angkasa, termasuk yang dilakukan oleh perusahaan satelit seperti Starlink dan OneWeb.

Peneliti University College London, Eloise Marais, mengatakan sepanjang 2024 ada peluncuran 259 roket. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 223 peluncuran. Prosesi ini telah menghabiskan lebih dari 153.000 ton bahan bakar.

"Lebih banyak polutan dilepaskan ke atmosfer dari roket dan satelit daripada sebelumnya. Jika tidak diatur, itu mungkin berdampak serius pada atmosfer bumi," kata Marais dikutip dari The Guardian, Jumat (22/8).

Pihaknya menemukan bahwa peluncuran satelit komunikasi raksasa termasuk miik Starlink, OneWeb dan Thousand Sails, telah menyebabkan peningkatan tiga kali lipat dalam emisi jelaga dan karbon dioksida yang mengubah iklim.

Meskipun jumlah CO2 dan jelaga dari pesawat ruang angkasa jauh lebih sedikit daripada industri lain, para peneliti telah memperingatkan bahwa partikel yang tertinggal di atmosfer bagian atas bisa bertahan lebih lama daripada sumber yang terikat Bumi.

Hal ini menghasilkan dampak pemanasan iklim hingga 500 kali lebih besar daripada jumlah jelaga yang sama dari penerbangan atau sumber lain di permukaan tanah.

"Jumlah propelan yang digunakan untuk meluncurkan konstelasi besar telah melampaui jumlah propelan yang digunakan untuk meluncurkan semua misi lain jika digabungkan," kata dia.

Mereka, lanjut Marais, juga berencana untuk menggunakan roket Badan Antariksa Eropa yang didorong oleh bahan bakar roket padat dan menghasilkan senyawa klorin yang merusak ozon.

Perubahan terbesar, lanjutnya, adalah dalam banyaknya objek yang diluncurkan dan di orbit. Pada akhir 1960-an dan 2016, 100 hingga 200 objek dalam setahun diluncurkan ke luar angkasa, tetapi sekarang ribuan setiap tahunnya banyak objek diluncurkan namun memiliki masa pakai yang terbatas.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...